Keterlibatan swasta untuk kembangkan olahraga terus didorong

id Dpd, olahraga, semarang

Keterlibatan swasta untuk kembangkan olahraga terus didorong

Komite III DPD bersama tim melakukan kunjungan kerja ke Pemprov Jateng dalam rangka inventarisasi materi penyusunan dan pengawasan atas pelaksanaan Undang-Undang Nomor 3 tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional, di Semarang, Selasa (18/2). ANTARA/HO-DPD

Semarang (ANTARA) - Keterlibatan swasta untuk terlibat dalam pengembangan olahraga terus didorong banyak pihak termasuk oleh Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dan Komite Olahraga Nasional Indonesia Jateng.

Dorongan tersebut muncul pada kunjungan kerja Komite III DPD bersama tim ke Pemprov Jateng dalam rangka inventarisasi materi penyusunan dan pengawasan atas pelaksanaan Undang-Undang Nomor 3 tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional, di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Selasa (18/2).

Dorongan keterlibatan swasta diperlukan karena untuk memenuhi fasilitas dan penghargaan atlit yang ideal masih terbentur masalah kapasitas dan priortas daerah serta anggaran Pemda yang masih minim, sehingga meskipun ada fasilitas olahraga, masih banyak daerah yang lemah dalam pemeliharaan.

Dalam pertemuan yang dihadiri sejumlah stakeholder terkait tersebut DPD menilai bahwa olahraga sangat penting selain kesehatan dan pendidikan, sehingga perlu mendapat perhatian agar prestasinya terus meningkat.

“Semua negara menempatkan olahraga sangat penting disamping kesehatan dan pendidikan. Sayangnya, sejak 2006 prestasi olahraga Indonesia menurun atau stagnan," kata Ketua DPD AA La Nyalla Mahmud Mataliti.

Hal sama juga disampaikan Ketua Komite III DPD Bambang Sutrisno yang mengatakan diperlukan penganggaran yang memadai untuk olahraga, sehingga menghasilkan peningkatan prestasi.

Baca juga: Ini harta Ketua DPD La Nyalla Mattalitti

Wakil gubernur Taj Yasin Maimoen menambahkan Pemprov Jateng saat ini tengah fokus pada pembinaan dan kemitraan olahraga, termasuk melakukan pembinaan para pelatih agar lebih profesional.

“Upaya pencarian bibit unggul dilakukan melalui talent scouting, pengamatan langsung, seleksi umum, dan pengataman portofolio. Namun, masih terdapat kendala di antaranya sapras, keterlibatan perusahaan, olahraga potensial, dan keunggulan lokal,” katanya.

Ketua KONI Jawa Tengah Subroto menambahkan untuk pengembangan olahraga, perlu sinkronisasi dan linierisasi cabang olahraga dari sekolah hingga perguruan tinggi agar bisa menghasilkan atlit yang handal dan kesesuaian sarana olahraga yang akan dikembangkan di kabupaten dan kota.

Dalam kesempatan tersebut juga disinggung pentingnya penghargaan kepada atlit, pelatih, termasuk kepada mantan atlit dan mantan pelatih.

Baca juga: DPD RI dorong kualitas tata kelola keuangan Jawa Tengah terus meningkat
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar