Adian Napitupulu sakit di pesawat, Tjen: Dia kelelahan

id Adian Napitupulu kolaps, Rudianto Tjen, kelelahan, PDIP

Adian Napitupulu sakit di pesawat, Tjen: Dia kelelahan

Anggota DPR Adian Napitupulu. ANTARA/Hafidz Mubarak A

Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Rudianto Tjen membenarkan bahwa koleganya Adian Napitupulu mengalami kolaps saat perjalanan menggunakan pesawat dari Jakarta ke Palangkaraya karena kelelahan.

Adian Napitupulu dikabarkan kolaps saat melakukan kunjungan kerja ke Palangkaraya bersama anggota Komisi I DPR lainnya, dengan menggunakan pesawat Garuda pada Kamis.

Namun, dalam perjalanan di dalam pesawat, Adian merasa badannya lemas dan lelah.

Baca juga: Jokowi singgung Adian Napitupulu saat bicara menteri

"Kemudian, kita minta bantuan kru Garuda untuk pasangkan oksigen. Terus kemudian pihak Garuda dan kebetulan salah penumpang berprofesi sebagai dokter memberikan pertolongan. Akhirnya, kondisi badannya sudah mulai membaik," kata Rudianto yang ikut dalam rombongan itu ketika dikonfirmasi.

Setelah landing, kata dia, Adian langsung di evakuasi ke rumah sakit terdekat dari bandara, RSUD Silvanus Palangkaraya.

"Sekarang kondisinya sudah mulai pulih," katanya.

Rudianto mengaku tidak bisa memastikan apakah Adian mengalami penyakit jantung.

"Cuma kelelahan aja. Mungkin ada pusing gitu. Tidak pingsan, hanya lemas saja," tuturnya.

Ketika ditanyakan, apakah Adian memiliki riwayat penyakit jantung, tambah Rudianto, akan dicek di rumah sakit.

"Sekarang kita cek di sini semua posisi stabil gak ada masalah. Cuma kelelahan aja. Masih pemulihan di rumah sakit," kata Rudianto.

Anggota Komisi I DPR lainnya yang ikut dalam rombongan itu, Ary Egahni membenarkan bahwa kondisi kesehatan Adian drop dalam perjalanan dari Jakarta ke Palangkaraya.

"Sekarang kondisinya sudah mulai membaik setelah mendapatkan penanganan dari dokter rumah sakit. Sudah ada perkembangan," ujar politiskus Partai NasDem ini.

Baca juga: Adian Napitupulu cabut laporan terhadap dua emak ini
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar