Siswa Ma'arif NU Banyumas ikuti KPPI Tingkat Nasional

id kemah pancasila,ma'arif nu banyumas

Siswa Ma'arif NU Banyumas ikuti KPPI Tingkat Nasional

Enam dari 10 orang perwakilan siswa Ma'arif NU Banyumas berfoto bersama di sela kegiatan Kemah Pancasila Pelajar Indonesia (KPPI) Tingkat Nasional di Watu Tapak Camp Hill, Tebing Breksi, Prambanan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, 13-15 Desember 2019. (ANTARA/HO-Ma'arif NU Banyumas)

Menjadi generasi bangsa yang berkarakter dan menjadi kader penggerak Pancasila untuk menopang keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Banyumas (ANTARA) - Sepuluh orang perwakilan siswa Ma'arif Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mengikuti Kemah Pancasila Pelajar Indonesia (KPPI) Tingkat Nasional di Watu Tapak Camp Hill, Tebing Breksi, Prambanan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, 13-15 Desember 2019.

"Kesepuluh perwakilan tersebut terdiri atas empat siswa SMA Ma'arif NU 1 Ajibarang dan enam siswa MA Ma'arif NU Cilongok," kata guru pendamping dari SMA Ma'arif NU 1 Ajibarang Tri Mulyo di Banyumas, Minggu.

Menurut dia, KPPI yang diselenggarakan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia bekerja sama dengan Yayasan Rejomulia Yogyakarta dan didukung oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga itu ditujukan untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila di kalangan pelajar SMA/SMK/MA se-Indonesia.

Baca juga: Sekjen MPR ajak pecatur Banyumas terus-menerus bangun nasionalisme

Selain itu, kata dia, kegiatan tersebut juga sebagai upaya awal membangun jejaring di kalangan pelajar Indonesia serta menciptakan relasi sosial berkelanjutan dalam menggelorakan nilai-nilai Pancasila.

"Pihak sekolah sangat mendukung kegiatan ini sebagai bekal pengalaman bagi siswa. Pengalaman dalam ikut serta memperkuat ideologi Pancasila pada generasi muda," katanya.

Sementara itu, guru pendamping dari MA Ma'arif NU Cilongok, Ah. Syarif Hidayah mengatakan MA Ma'arif NU Cilongok mengirimkan enam siswanya guna mengikuti kegiatan tersebut dengan tujuan untuk melatih jiwa kepemimpinan dan keteladanan para siswa.

Menurut dia, hal itu disebabkan para siswa kelak akan menjadi calon-calon generasi pemimpin bangsa yang perlu diperkuat dalam wawasan ideologi negara.

Ia mengharapkan ke depan para siswa memiliki sikap patriotik dan karakter bangsa yang inklusif sehingga memberi banyak manfaat bagi keluarga, sekolah atau madrasah, dan masyarakat luas.

Baca juga: Pendidikan karakter Pancasila bakal dimulai sejak PAUD

"Menjadi generasi bangsa yang berkarakter dan menjadi kader penggerak Pancasila untuk menopang keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Terus mengisi kemerdekaan dengan penuh prestasi membanggakan," katanya.

Informasi yang dihimpun ANTARA, kegiatan KPPI Tingkat Nasional di Yogyakarta diikuti 350 peserta berasal dari berbagai daerah seperti Jambi, Lampung, Bengkulu, Pekanbaru, Banten, Jakarta, Bekasi, Cirebon, Bandung, Depok, Bogor, Temanggung, Blora, Klaten, Batang, Tegal, Brebes, Boyolali, Purworejo, Wonogiri, Banyumas, Purbalingga, Pasuruan, Ngawi, Malang, Probolinggo, Jember, Surabaya, Tulungagung, Toraja Utara, Gorontalo, Papua, dan sebagainya.

Para peserta datang dari berbagai latar belakang organisasi pelajar seperti OSIS, Pramuka, Palang Merah Remaja, pecinta alam, organisasi intra sekolah lainnya, dan peserta mandiri.

Lonjakan jumlah peserta menunjukkan antusiasme yang sangat membanggakan dan membesarkan harapan bahwa pelajar Indonesia menaruh perhatian tinggi terhadap eksplorasi dan masa depan nilai-nilai Pancasila. 

Baca juga: Muktamar Ahlulbait diminta hasilkan program pembangunan bangsa
Baca juga: Dandim: Perlu sinergitas semua elemen tangkal radikalisme
Pewarta :
Editor: Sumarwoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar