Temanggung resmi miliki Kampung Siaga Bencana Bramasta

id Kampung Siaga Bencana temanggung

Temanggung resmi miliki Kampung Siaga Bencana Bramasta

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Temanggung Harry Agung Prabowo mengalungkan syal dalam peresmian Kampung Siaga Bencana Bramasta di Desa Karangwuni, Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung. (ANTARA/Heru Suyitno)

Temanggung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, meresmikan Kampung Siaga Bencana (KSB) Bramasta di Desa Karangwuni, Pringsurat, untuk meningkatkan kapasitas masyarakat agar lebih siap siaga untuk menghadapi kerawanan kerentanan dan risiko bencana.

Kepala Bidang Asisitensi Dinas Sosial Kabupaten Temanggung Umi Lestari Nurjanah di Temanggung, Kamis, peresmian KSB Bramasta ini bersamaan apel kesiapsiagaan bencana Kabupaten Temanggung di Desa Karangwuni.

Ia menuturkan Desa Karangwuni ini hampir setiap tahun selalu mengalami longsor, terutama di Dusun Pucung, Kedawung 1 dan Kedawung 2.

"Pembentukan KSB ini sebagai tindak lanjut Desa Siaga Bencana yang sudah dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung," katanya.

Ia mengatakan KSB ini dengan maksud mitigasi bencana, kesiapsiagaan masyarakat, mereka harus sepakat untuk selamat dan juga melatih keterampilan pengurus KSB.

"Mereka relawan baru, ketika ada bencana dalam hitungan menit sudah harus di lokasi bencana, perlu kecepatan dan tanggap bencana," katanya.

Baca juga: Kemensos Perbanyak Kampung Siaga Bencana

Ia menyebutkan dengan diresmikannya KSB Bramasta di Desa Karangwuni ini, Kabupten Temanggung sudah ada 3 KSB. Sebelumnya KSB Pasopati yang dibentuk 2016 di Tretep.

"Mereka selain melakukan penanggulangan bencana di internal Kecamatan Tretep juga keluar Kabupaten Temanggung," katanya.

Kemudian KSB cakra di Desa Mranggen Kidul, Kecamatan Bansari.

"Harapan ke depan, kita punya relawan bencana di di daerah-daerah rawan bencana di Kabupaten Temanggung, bencana longsor karena kondisi geografis," katanya.

Ia menyampaikan Desa Karangwuni merupakan salah satunya, dengan KSB ini untuk percepatan penanganan ketika terjadi bencana.

"Dalam hitungan menit sudah ada relawan kami yang ada di lapangan. Masyarakat harus tahu persis ketika ada bencana mereka harus berbuat apa, relawan harus tahu koordinasi ke mana," katanya.

Baca juga: Mensos minta Kampung Siaga Bencana diperbanyak
 
Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar