WKSBM jadi aset Kota Magelang cari solusi masalah sosial

id dinas sosial kota magelang,wksbm kota magelang

WKSBM jadi aset Kota Magelang cari solusi masalah sosial

Pengarahan teknis Pemberdayaan WKSBM Kelurahan Tidar Utara, Kota Magelang, Selasa (11/9). (ANTARA/HO/Humas Pemkot Magelang)

Magelang (ANTARA) - Keberadaan Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakat (WKSBM) menjadi aset Kota Magelang bagi upaya mencari solusi berbagai masalah sosial di daerah itu, kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Magelang Wulandari Wahyuningsih.

"WKSBM menjadi aset penting yang bertujuan meningkatkan kepentingan sosial. Apabila terjadi persoalan di tatanan lingkungan maka WKSBM bisa hadir untuk mencari solusi," katanya dalam pengarahan teknis Pemberdayaan WKSBM Kelurahan Tidar Utara, Kecamatan Magelang Selatan di Magelang, Rabu.

Pada era sekarang ini, katanya, WKSBM sebagai organisasi lokal, mempunyai komitmen, pengetahuan, dan keterampilan, sekaligus menjadi sarana memecahkan persoalan di lingkungan masyarakat.

Baca juga: Pemkot Magelang beri penguatan pemberdayaan sosial

Melalui pengelolaan swadaya masyarakat, katanya, WKSBM berperan dalam mengurangi tingkat kemiskinan.

Hingga saat ini, di Kota Magelang terdapat lima WKSBM yang tersebar di lima kelurahan. Pada masa mendatang, diharapkan setiap kelurahan memiliki WKSBM. Kota Magelang meliputi 17 kelurahan dan tiga kecamatan.

Berdasarkan Keputusan Menteri Sosial Nomor 42/HUK/2004, katanya, WKSBM menjadi sistem kerja sama antar-Keperangkatan Pelayanan Sosial (KPS) di akar rumput yang terdiri atas usaha kelompok, lembaga, maupun jaringan pendukungnya.

"Keperangkatan yang dimaksud ini berupa kelompok masyarakat mulai tingkat RT/RW, kampung, desa yang secara natural terbentuk," ujarnya dalam keterangan tertulis Humas Pemkot Magelang.

Baca juga: Pemkot Magelang dorong bakohumas beri informasi terkini pembangunan

Wulandari mengatakan WKSBM melibatkan masyarakat dalam upaya peningkatan kesejahteraan sosial, kesetiakawanan sosial, ketahanan masyarakat, dan pertumbuhan jaringan kerja melalui berbagai kegiatan yang sudah menjadi budaya masyarakat Kota Magelang.

"Salah satunya kegotong-royongan, kebersamaan, kekeluargaan, kesetiakawanan sosial, kerukunan, dan menghargai perbedaan di lingkungan masyarakat. WKSBM juga mendukung dan memperkuat anggota jaringan kerja sama," katanya.

Penyuluh Sosial Muda Dinsos Kota Magelang Dwi Ambar Pratiknyo mengatakan WKSBM sarana menyelesaikan berbagai masalah sosial di lingkungan masyarakat.

Ia juga mengatakan tentang peranan penting wahana itu untuk mengurangi angka kemiskinan dan menangkal budaya dari luar yang cenderung merusak budaya masyarakat setempat.

"Lewat WKSBM maka kita memiliki benteng untuk membendung perubahan dari luar yang bisa merusak. WKSBM juga menjadi kontrol sekaligus penyelesaian masalah, ketika terjadi persoalan di tengah-tengah masyarakat," katanya. (hms)

Baca juga: Pemkot Magelang sosialisasikan Taspen kepada calon ASN
Baca juga: Pemkot beri apresiasi 2 anggota Paskibra

 
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar