Napi LP Kedungpane bersihkan kawasan Monumen Ketenangan Jiwa

id Bersih bersih monumen ketenangan jiwa

Napi LP Kedungpane bersihkan kawasan Monumen Ketenangan Jiwa

Warga binaan Lapas Kedungpane Semarang bersama Rumah Pancasila usai kegiatan kerja bakti membersihkan kawasan Monumen Ketangan Jiwa Semarang, Jumat. (Foto: I.C. Senjaya)

Semarang (ANTARA) - Sekitar 10 narapidana Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Kedungpane Semarang dilibatkan dalam kerja bakti membersihkan kawasan di sekitar Monumen Ketenangan Jiwa, pesisir laut di Ibu Kota Jawa Tengah itu, Jumat.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Rumah Pancasila itu juga melibatkan petugas kebersihan dari Pemerintah Kota Semarang.

Kabid Pembinaan Lapas Kelas 1 Kedungpane Semarang Ahmad Heryawan mengatakan bahwa pelibatan 10 warga binaan dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari memasyarakatkan kembali para narapidana itu.

Baca juga: LP Kedungpane Semarang sesak, 38 napi dipindah ke Nusakambangan

Mereka yang dilibatkan dalam kegiatan ini, kata Ahmad Heryawan, sudah memasuki asimilasi atau sudah menjalani lebih dari separuh hukumannya.

"Mereka ini dianggap sudah berkelakuan baik sehingga diberi kesempatan untuk ikut membantu kegiatan kemasyarakatan," katanya.

Sementara itu, Pendiri Rumah Pancasila Yosep Parera mengatakan kegiatan kerja bakti ini dilandasi oleh keprihatinan atas kondisi kawasan di sekitar Monumen Ketenangan Jiwa yang berada di ujung muara Kanal Banjir Barat Semarang itu.

Kondisi kawasan monumen yang berkaitan erat dengan peristiwa serangan 5 hari di Semarang itu ditumbuhi ilalang yang cukup tinggi.

Selain itu, banyak sampah berserakan di sekitar monumen yang tepat berada di tepi laut yang bertemu dengan mulut Kanal Banjir Barat Semarang itu.

Baca juga: Seorang napi LP Kedungpane meninggal akibat perkelahian

"Monumen ini berkaitan dengan para tentara Jepang yang tewas saat peristiwa serangan 5 hari di Semarang," katanya.

Monumen ini, lanjut dia, sebagai bentuk penghormatan atas tentara Jepang yang tewas dalam pertempuran itu.

Yosep Parera menyebut banyak warga negara Jepang yang datang berkunjung tiap tahun ke monumen itu.

Baca juga: 21 napi dari Pekalongan dipindah ke LP Kedungpane Semarang

Ia mengharapkan kawasan serta akses masuk menuju monumen itu diperbaiki.

Monumen itu sendiri rencananya juga akan dijadikan sebagai salah satu lokasi tujuan wisata sejarah di Semarang.
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar