Tanoto Foundation jalin kemitraan dengan Asia Philanthropy Circle

id Tanoto Foundation

Tanoto Foundation jalin kemitraan dengan Asia Philanthropy Circle

Anggota Dewan Pembina Tanoto Foundation Belinda Tanoto (berbaju merah) bersama Bupati Kendal Mirna Anisa melihat pameran kreatifitas siswa sekolah dasar (SD) di ruang Pendopo Bupati Kendal. (Foto Kutnadi)

Kendal (ANTARA) - Tanoto Foundation melalui program pengembangan inovasi untuk kualitas pembelanjaran (Pintar) menjalin kemitraan dengan Asia Philanthropy Circle (APC) dalam mengkaji area-area yang berpotensi memberikan dampak maksimal pada perbaikan pendidikan di Indonesia.

Anggota Dewan Pembina Tanoto Foundation Belinda Tanoto di Kendal, Rabu, mengatakan bahwa Indonesia adalah negara dengan sistem pendidikan paling besar nomor 4 di seluruh dunia, setelah Tiongkok, India, dan Amerika Serikat.

"Saat ini, sekitar 250.000 sekolah dan 2,6 juta serta 50 juta anak didik tersebar di seluruh nusantara. Dengan melihat kondisi ini maka kami menyadari untuk ikut meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia tidak bisa dilakukan sendiri namun perlu bermitra dengan berbagai pemangku kepentingan, yaitu pemerintah, masyarakat, dan organisasi," jelasnya.

Pada kegiatan "Unjuk Karya Praktik Baik Program Pintar", Belinda mengemukakan selain dengan APC, Tanoto Foundation juga bermitra dengan Filantropi Indonesia untuk memimpin klaster pendidikan, serta pemerintah baik di tingkat pusat maupun daerah.

Hingga kini, tambah dia Tanoto telah bermitra dengan 14 kabupaten/kota di lima provinsi, serta mendukung peningkatan kualitas belajar di 10 lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK).

"Kami ingin lebih banyak lagi daerah yang menerima manfaat program 'Pintar' ini agar kualitas pendidikan di Indonesia lebih maju lagi," katanya.

Baca juga: Ganjar siapkan Rp10 miliar untuk beasiswa pelajar miskin

Menurut dia, program "Pintar" yang dirancang untuk mendukung pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan dasar dilakukan melalui penguatan kemampuan pengelolaan dan kepemimpinan sekolah, peningkatan kualitas guru, serta partisipasi orang tua, dan masyarakat.

Tanoto Foundation, terang dia memiliki tiga strategi untuk program "Pintar" yaitu mengembangkan praktik-praktik baik dalam pembelajaran, manajemen sekolah, dan kepemimpinan di sekolah dan madrasah mitra, kemudian mendukung pemerintah daerah untuk mendiseminasikan praktik yang sudah dikembangkan ke sekolah dan madrasah non-mitra.

"Adapun strategi lainnya adalah meningkatkan mutu pendidikan calon guru di lembaga pendidikan tenaga kependidikan," katanya.

Bupati Kendal Mirna Anisa menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan yang dilakukan oleh Tanoto Foundation dalam upaya ikut meningkatkan prestasi pendidikan di Indonesia.

"Oleh karena, kami berharap para guru sekolah dasar (SD) maupun sekolah menengah pertama (SMP) harus mendukung program Pintar yang diinisiasi oleh Tanoto Foundation," katanya.

Baca juga: Menkeu: Anggaran peningkatan kualiatas SDM capai Rp492,5 triliun
Baca juga: Pemkab Batang berharap zonasi tingkatkan pemerataan kualitas pendidikan
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar