Berdekatan dengan Nusakambangan, Arboretum Kolak Sekancil bisa jadi alternatif wisatawan

id arboretum mangrove,kolak sekancil,kampung laut,segara anakan

Berdekatan dengan Nusakambangan, Arboretum Kolak Sekancil bisa jadi alternatif wisatawan

Wakil Bupati Cilacap Syamsul Aulia Rachman saat meninjau Arboretum Mangrove Kolak Sekancil di Kawasan Konservasi Laguna Segara Anakan, Dusun Lempong Pucung, Desa Ujung Alang, Kecamatan Kampung Laut, Rabu (24/7/2019), usai peringatan Hari Lingkungan Hidup Tahun 2019 Tingkat Kabupaten Cilacap yang dipusatkan di tempat itu. (Foto: Sumarwoto)

Cilacap (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, mendukung pengembangan eduwisata Arboretum Mangrove "Kolak Sekancil" yang dikembangkan Pertamina Refinery Unit IV Cilacap bersama Kelompok Tani Patra Krida Wana Lestari di Kawasan Konservasi Laguna Segara Anakan.

"Dari sini nanti bisa menjadi wisata alternatif untuk wisatawan," kata Wakil Bupati Cilacap Syamsul Aulia Rachman kepada wartawan usai penanaman bibit tanaman mangrove di Arboretum Mangrove "Kolak Sekancil", Kawasan Konservasi Laguna Segara Anakan, Dusun Lempong Pucung, Desa Ujung Alang, Kecamatan Kampung Laut, Cilacap, Rabu, dalam rangka peringatan Hari Lingkungan Hidup Tahun 2019 Tingkat Kabupaten Cilacap.

Dia mengakui jika akses telekomunikasi merupakan salah satu kebutuhan wisatawan untuk mengunggah foto atau video ke media sosial saat mengunjungi sebuah destinasi wisata.

Terkait dengan hal itu, dia mengaku yakin suatu saat akses telekomunikasi dapat menjangkau wilayah Dusun Lempong Pucung khususnya Arboretum Mangrove "Kolak Sekancil".

"Nyatanya ketika kami ada di Dusun Bondan, Desa Ujung Alang, Pertamina memberikan bantuan teknologi pembangkit listrik yang menggunakan kincir angin dan panel surya di situ," katanya.

Baca juga: Keberadaan buaya muara di Segara Anakan Cilacap terus ditelusuri

Disinggung kemungkinan adanya keberatan dari pihak Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Manusia jika akses atau sinyal telekomunikasi dapat menjangkau kawasan Arboretum Mangrove "Kolak Sekancil" mengingat daerah itu berdekatan dengan Lembaga Pemasyarakatan Pulau Nusakambangan, Wabup mengatakan pihaknya akan duduk bersama dengan berbagai pihak termasuk Kemenkumham untuk mengkaji masalah tersebut.

"Kita nanti kan harus duduk bersama, kita kaji, ketika internet masuk sini pasti ada dampak ke teman-teman di Nusakambangan. Oleh karena itu, nanti kita kaji seperti apa, listrik nyatanya bisa masuk, ketika wifi nanti di sini ya mungkin nanti wifi yang terbatas atau seperti apa, ya kita kaji. Sebenarnya tidak masalah, foto-foto di sini, nanti 'upload'-nya (mengunggahnya) di darat," tegasnya.

Sementara saat memberi sambutan, Wabup mengatakan potensi pariwisata yang dikelola dengan baik akan memberikan efek berganda (multiplier effect) karena dapat menumbuhkan perekonomian masyarakat.

Menurut dia, konsep eduwisata yang ditawarkan Arboretum Mangrove "Kolak Sekancil" dapat memberikan kesempatan bagi wisatawan untuk belajar sambil berwisata alam di samping ada konsep sosial lingkungannya.

Dalam kesempatan tersebut, dia menyampaikan terima kasih kepada salah satu hotel berbintang di Cilacap yang telah ikut serta menawarkan paket wisata ke Kawasan Laguna Segara Anakan khususnya Arboretum Mangrove "Kolak Sekancil".

Berdasarkan data, luas tanaman mangrove di Kawasan Laguna Segara Anakan saat ini mencapai kisaran 140 hektare, sedangkan yang digunakan untuk Arboretum Mangrove "Kolak Sekancil" seluas 6 hektare dan tanaman yang dikembangkan di tempat itu sebanyak 44 spesies mangrove. 

Baca juga: Kawasan Segara Anakan Cilacap ditanami 1.000 bibit mangrove (VIDEO)
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar