Penyebaran antraks, Gunung Kidul isolasi hewan ternak dari Karangmojo

id kasus antraks,isolasi hewan ternak

Penyebaran antraks, Gunung Kidul isolasi hewan ternak dari Karangmojo

Wakil Bupati Gunung Kidul Immawan Wahyudi (Foto ANTARA/Sutarmi)

Gunung Kidul (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, melakukan isolasi hewan ternak di Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, untuk mencegah penyebaran penyakit antraks lebih parah.

Wakil Bupati Gunung Kidul Immawan Wahyudi di Gunung Kidul, Kamis, mengatakan sudah menginstruksikan kepada Dinas Pertanian dan Pangan untuk melakukan isolasi hewan ternak di Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, supaya tidak keluar sampai batas waktu yang belum ditentukan.

"Untuk mencegah keluar masuk ternak di wilayah terindikasi antraks, Dinas Pertanian dan Pangan, Dinas Kesehatan, dan kepolisian memantau untuk menghindari penjualan hewan ternak. Kami melarang tidak boleh ada jual beli hewan ternak dari wilayah ini karena wilayah ini ditemukan kasus antraks. Kalau ada yang melakukan jual beli ternak dari wilayah itu, termasuk melanggar hukum dan membahayakan konsumen," kata Immawan.

Ia juga mengimbau masyarakat tidak panik menyikapi kasus antraks di wilayah ini dan mematuhi semua imbauan petugas dalam memperlakukan hewan ternak.

"Namun demikian, kami mengimbau masyarakat tidak perlu heboh menyikapi kasus antraks ini. Saat ini, seluruh pihak mulai dari Kementerian Pertanian, Dinas Pertanian DIY dan Dinas Pertanian dan Pangan Gunung Kidul sudah melakukan penanganan secara serius untuk melokalisir kasus antraks," kata Immawan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunung Kidul Bambang Wisnubroto mengatakan pihaknya sudah menindaklanjuti penemuan lima sapi dan dua kambing positif antraks di RT 3 Dusun Grogol 4, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo. Untuk itu  pihaknya melakukan penyuntikan desinfektan ke wilayah terdekat dengan lokas, Kamisi.

"Hari ini penyuntikan antibiotik ke wilayah sekitar satu kilometer dari lokasi," katanya.
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar