Peringati Hardiknas, guru SMP di Kudus gelar pemeran lukisan tunggal

id peringatan hari pendidikan, diwarnai pameran lukisan,karya guru smp

Peringati Hardiknas, guru SMP di Kudus gelar pemeran lukisan tunggal

Sejumlah pengunjung tengah mengamati sebuah lukisan makhluk gaib hasil karya guru SMP Negeri 2 Gebog, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, di Pendopo Kabupaten Kudus, Jumat (3/5). (Foto : Akhmad Nazaruddin Lathif)

Kudus (ANTARA) - Peringatan Hari Pendidikan Nasional di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, diwarnai dengan pameran lukisan tunggal seorang guru SMP Negeri 2 Gebog di Pendopo Kabupaten Kudus sebagai salah satu upaya mendorong guru lain untuk tetap berprestasi meskipun sibuk mengajar.

Jumlah lukisan hasil karya Muhammad Sukarno, Guru SMP Negeri 2 Gebog, yang dipameran di Pendopo Kabupaten Kudus,Jumat mencapai 72 buah.

Muhammad Sukarno mengatakan, pameran lukisan tunggal dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional ini merupakan yang pertama.

Sebelumnya, kata dia, dirinya memang pernah menyertakan beberapa hasil lukisan ikut dalam pemeran nasional di beberapa kota besar, sedangkan pameran tunggal lukisan baru pertama kalinya yang bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional.

Ia mengapresiasi Bupati Kudus Muhammad Tamzil yang mendorong dirinya untuk menggelar pameran lukisan tunggal di Pendopo Kabupaten Kudus.

Dari puluhan lukisan miliknya itu, terdapat dua lukisan yang baru dilukis dengan objek lukisan makhluk gaib yang diduga berasal dari kawasan Pendopo Kabupaten Kudus.

Dari sejumlah lukisan yang dipamerkan, terdapat sejumlah lukisan dengan objek lukisan makhluk gaib.

Lukisan lainnya ada yang naturalis, dadisme, suryalis, fauvisme, serta garis.

Sementara harga jual lukisannya itu, paling mahal sebesar Rp86 juta dan paling murah Rp1 juta.

Meskipun selama ini disibukkan dengan tugas mengajar di SMP 2 Gebog, bapak satu anak itu masih menyempatkan diri untuk melukis.

"Bagi saya, seorang guru tidak hanya sekadar mengajar. Melainkan harus bisa memberi contoh dalam mengembangkan karya dan kreativitas serta motivasi terhadap anak didik," ujarnya.

Dalam rangka mendorong anak didiknya mengembangkan bakat dan minatnya, Sukarno, selalu memotivasi anak didiknya, termasuk menawarkan latihan bersama ketika ada anak didiknya yang tertarik di bidang tarik suara.

Kepeduliannya itu, juga dalam rangka mencegah anak didiknya yang hidup di era teknologi informasi ini tetap menjadi anak didik yang mampu mengembangkan potensinya dengan baik, bukan sebaliknya menjadi generasi yang mudah terpuruk akibat ketergantungan terhadap teknologi informasi.

Bupati Kudus Muhammad Tamzil mengapresiasi karya dari seorang guru sekolah menengah pertama tersebut.

Pameran tersebut, dinilai sesuai dengan tema Hardiknas tahun ini, yakni menguatkan pendidikan, memajukan kebudayaan.

"Karya seni lukis ini, termasuk dari memajukan kebudayaan yang ada di Indonesia.
Kami mengapresiasi karya seni lukis milik Sukarno ini," ujanrya didampingi Wabup Kudus Hartopo.


Ia menilai seniman lukis di Kudus sudah saatnya masuk ke gedung-gedung untuk menggelar pameran, tidak lagi memamerkan karyanya di pinggir jalan.

"Kami juga akan memfasilitasi para pelukis asal Kudus untuk mengikuti sejumlah pameran di luar Kudus," ujarnya. 
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar