Tiga kecamatan kena dampak limpasan Kanal Banjir Timur Semarang

id Banjir kanal timur

Tiga kecamatan kena dampak limpasan Kanal Banjir Timur Semarang

Pekerja menyelesaikan pembuatan tanggul pada proyek normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) di Semarang, Jawa Tengah, Senin (14/1/2019). Pengerjaan proyek pengendali banjir dan rob dengan anggaran sebesar Rp464 milar itu telah mencapai 70 persen. (ANTARA/R. Rekotomo)

Semarang (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Semarang mencatat tiga kecamatan terdampak limpasan air Kanal Banjir Timur Semarang menyusul jebolnya tanggul di aliran sungai itu.

Kepala BPBD Kota Semarang Agus Harmunanto di Semarang, Selasa mengatakan ketiga kecamatan yang terdampak tersebut masing-masing Gayamsari, Genuk, dan Semarang Timur.

Tanggul di sekitar Kanal Banjir Timur jebol pada Senin (29/4) malam seiring dengan meningkatnya volume air sungai.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pemali-Juana, Ruhban Ruzziatno, menilai limpasan air Kanal Banjir Timur tersebut terjadi akibat keteledoran pelaksana proyek revitalisasi sungai dan pelaksana proyek jembatan Kaligawe.

Pelaksana proyek Jembatan Kaligawe, kata dia, sedangkan mengerjakan tiang pancang dan tidak berkoordinaai dengan BBWS.

"Pelaksana proyek jembatan tidak berkoordinasi saat membuka akses untuk membawa bahan konstruksi," katanya.

Pekerja di lapangan, kata dia, juga sudah diperingatkan agar tidak terulang kembali karena kejadian ini bukan yang pertama.

Terlebih lagi, lanjut dia, kejadian serupa jangan sampai terjadi mengingat wilayah yang terdampak limpasan air Kanal Banjir Timur tersebut merupakan jalur Pantura Jawa Tengah.
 
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar