BPJS Kesehatan cek efektivitas kader JKN dan KIS di Boyolali

id BPJS Kesehatan ,kader JKN dan KIS ,di boyolali

BPJS Kesehatan cek  efektivitas kader JKN dan KIS di Boyolali

Kepala Bidang Penagihan dan Keuangan BPJS Kesehatan Cabang Boyolali, Dini Hapsari (kanan) saat melakukan pengecekan ke peserta warga binaa Kader JKN-KIS di wilayah Ampel Boyolali, Selasa. (Foto:Bambang Dwi Marwoto)

Boyolali (ANTARA) - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Boyolali Jawa Tengah melakukan pengecekan langsung ke peserta untuk mengetahui efektivitas peran Kader Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) - Kartu Indonesia Sehat (KIS) di wilayah Kecamatan Ampel kabupaten setempat.

"Kami melakukan cek langsung ke lapangan terhadap peserta BPJS Kesehatan ini, untuk meningkatkan akuntabilitas kinerja para Kader JKN-KIS," kata Kepala Bidang Penagihan dan Keuangan BPJS Kesehatan Cabang Boyolali, Dini Hapsari, di sela monitoring Kader JKN-KIS di Ampel Boyolali, Selasa.

Dini Hapsari dalam rangka memonitor sepak terjang Kader JKN-KIS melakukan spot check ke peserta yang dikunjungi oleh Kader JKN-KIS. Petugas BPJS langsung ke lapangan  secara door to door untuk mengecek peran Kader JKN-KIS di wilayah Boyolali itu.

"Kami berharap melalui cek ini warga binaan Kader JKN-KIS ini, dapat mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan Program JKN-KIS dan juga kendala-kendala yang terjadi di masyarakat," kata Dini.

Dia mengatakan menginjak tahun keenam implementasi Program JKN-KIS, BPJS Kesehatan senantiasa menghadapi persoalan yang sama yaitu mengenai pembayaran iuran peserta yang belum optimal. Khususnya dari segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau yang lebih dikenal sebagai peserta mandiri.

Berbagai upaya dan inovasi dilakukan oleh BPJS Kesehatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam hal pembayaran iuran Program JKN-KIS. Antara lain, autodebit, cicilan melalui Koperasi Nusantara, program Menabung Sehat Bank BNI, dan Kader JKN-KIS.

Kader JKN-KIS lebih mengena ke masyarakat karena keberadaannya di tengah masyarakat dan merupakan warga mitra BPJS Kesehatan. Tugas utamanya yaitu membantu masyarakat dalam hal pembayaran iuran, di samping tugasnya yang lain yaitu fungsi pemasaran sosial, fungsi kepesertaan, dan fungsi pendampingan pelayanan kesehatan.

Menurut dia, untuk mendukung tugas utama Kader JKN-KIS sebagai pengumpul iuran, maka seluruh Kader JKN-KIS wajib menjadi anggota Payment Point Online Bank (PPOB).

PPOB merupakan sistem pembayaran online dengan memanfaatkan fasilitas perbankan yang memberikan kemudahan bagi pelanggan dalam melakukan pembayaran, karena pelanggan dapat melakukan pembayaran di mana saja dan kapanpun selama 24 jam nonstop.

"Saya merasa puas dari hasil spot check ini, karena Kader JKN-KIS benar-benar melakukan tugas yang telah diamanahkan," katanya.

Riyati (40)  seorang warga Ampel Boyolali yang dikunjungi saat spot check warga binaan Kader JKN-KIS mengungkapkan bahwa keberadaan kader ini sangat penting karena mengingatkan mengenai pembayaran iuran Program JKN-KIS.

"Saya dahulu sempat telat-telat membayar iurannya, kemudian diingatkan oleh seorang Kader JKN-KIS, kalau telat nanti kartunya nonaktif, sehingga tidak bisa dipakai berobat lagi. Padahal, kalau berobat apa-apa gratis, tidak bayar lagi," katanya.

Menurut Riyati Kader JKN-KIS turut memberikan informasi mengenai kemudahan pembayaran dan kebijakan terbaru tentang Program JKN-KIS.

Dalam hal membina warga binaan, Kader JKN-KIS mendatangi langsung ke warga yang tidak rutin melakukan pembayaran iuran kepesertaan Program JKN-KIS.  

 
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar