Ekonom: Dana Desa untuk pemerataan perputaran uang

id Ekonom, dana desa

Ekonom: Dana Desa untuk pemerataan perputaran uang

Ekonom dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Lukman Hakim (Foto: Aris Wasita)

Jadi mereka yang terpilih ini wajib membuat rencana tersebut, mau dijadikan apa desanya. Memang kendalanya belum semua mahir. Masih banyak yang awalnya meniru desa lain yang lebih baik
Solo (Antaranews Jateng) - Ekonom dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Lukman Hakim menyatakan program Dana Desa penting dilakukan untuk pemerataan uang hingga daerah.
 
"Selama ini uang hanya berputar di perkotaan, dengan adanya dana desa maka lebih merata," katanya di Solo, Sabtu.
 
Ia mengatakan Dana Desa untuk memastikan proyek infrastruktur di pedesaan berjalan baik, di antaranya pembangunan jalan, jembatan, dan talud dengan melibatkan masyarakat pedesaan.
 
"Harapannya dengan terbangunnya infrastruktur tersebut akan memajukan BUMDes dan program lain seperti 'one village one product' dan 'one village one tourism'," katanya.
 
Meski demikian, kata dia, penggunaan Dana Desa harus dipastikan akuntanbilitas dan transparansinya mengingat belum semua aparat desa paham dengan pengelolaannya.
 
Ia mengatakan untuk memastikan Dana Desa terkelola dengan baik, setiap kepala desa terpilih harus menyiapkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa) sepanjang lima tahun ke depan. 
 
"Jadi mereka yang terpilih ini wajib membuat rencana tersebut, mau dijadikan apa desanya. Memang kendalanya belum semua mahir. Masih banyak yang awalnya meniru desa lain yang lebih baik," katanya.
 
Oleh karena itu, untuk memastikan kepala desa menyusun RPJMDes dengan baik, katanya, pemerintah kabupaten aktif melakukan pendampingan dan pelatihan. 
 
Ia mengatakan sejak awal penerapannya pada 2014 sejauh ini program berjalan cukup baik, terbukti dari minimnya kasus menyangkut pengelolaan Dana Desa
 
Ia mengatakan kesuksesan program tersebut juga terlihat dari meningkatnya anggaran yang dialokasikan untuk Dana Desa. Dalam Rancangan Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) Tahun 2015, anggaran meningkat dari Rp9 triliun menjadi Rp20 triliun.
 
"Kalau tahun lalu kan sudah naik menjadi Rp60 triliun. Artinya ini berjalan baik," katanya.
 
Meski demikian, ia juga berharap, masyarakat jangan terlalu reaktif terhadap kesalahan kelola Dana Desa yang mungkin terjadi.
 
"Bisa jadi itu terjadi karena ketidakmampuan aparat desa dalam melakukan pengelolaan. Oleh karena itu, pelatihan intens dilakukan," katanya.
 
Pewarta :
Editor: Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar