DPRD dorong peningkatan peran LMDH

id chamim irfani

DPRD dorong peningkatan peran LMDH

Ketua Komisi B DPRD Jawa Tengah Chamim Irfani (Foto: Wisnu Adhi N.)

Semarang (Antaranews Jateng) - Kalangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah mendorong peningkatan peran Lembaga Masyarakat Desa Hutan dalam mengurangi angka kemiskinan di daerah masing-masing.
 
"Tingkat kemiskinan sampai sekarang masih tinggi, terutama masyarakat yang berada di sekitar hutan sehingga peran LMDH perlu didorong untuk mengurangi kemiskinan," kata Ketua Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah Chamim Irfani di Semarang, Jumat.
 
Terkait dengan peningkatan peran LMDH tersebut, DPRD Jateng menyusun dan mengesahkan Rancangan Peraturan Daerah tentang Pemberdayaan dan Penguatan LMDH.
 
Ia menjelaskan tujuan perda tersebut untuk mempercepat kesejahteraan masyarakat sekitar hutan dan nantinya akan mengurangi angka kemiskinan yang masih tinggi.
 
Wakil Ketua Komisi B Yudhi Sancoyo menambahkan ada beberapa poin penting dalam pemberdayaan dan penguatan LMDH itu.
 
Pertama, lanjut dia, LMDH harus ada payung hukum yang jelas sebagai dasar melakukan program kerjanya, perda nantinya harus mampu menjamin kesejahteraan masyarakat desa di sekitar dan dalam hutan.
 
"Selain itu, LMDH harus mampu memanfaatkan dan melestarikan sumber daya hutan, serta efektivitas peran LMDH untuk kesejahteraan masyarakat hutan," ujar politikus Partai Golkar itu.
 
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengapresiasi sejumlah kelompok masyarakat yang berperan aktif dalam membantu pemerintah mengurangi angka kemiskinan di daerah.
 
"Saya sangat mengapresiasi kelompok-kelompok masyarakat yang mampu memberdayakan warga sekitar sehingga tidak hanya mengurangi pengangguran, namun juga mampu mengatasi masalah kemiskinan," katanya.
 
Sebagai wujud apresiasi bagi kelompok-kelompok masyarakat tersebut, Pemprov Jateng akan memberikan bantuan sarana produksi dan sarana transportasi yang bersumber dari dana zakat yang terkumpul dari Unit Pengumpulan Zakat.
 
Pewarta :
Editor: Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar