Ganjar diprotes masyarakat yang tidak kebagian tiket Borobudur Maraton 2018

id pelari borobudur

Ganjar diprotes masyarakat yang tidak kebagian tiket Borobudur Maraton 2018

Sejumlah pelari melintasi jalan pedesaan saat dilangsungkan uji coba Borobudur 10K di Borobudur, Magelang, Jateng, Minggu (9/11). Uji coba penyelenggaraan lari bertaraf internasional tersebut untuk menguji kesiapsiagaan panitia Borobudur 10K yang akan dilangsungkan pada tanggal 16 November mendatang dan akan diikuti pelari-pelari dunia dengan hadiah total 1 miliar rupiah. FOTO ANTARA/Anis Efizudin/ed/Spt/14

Semarang (Antaranews Jateng) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen terus menggelar kegiatan bertaraf internasional di kawasan Objek Wisata Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, sesuai instruksi Presiden Joko Widodo.

"Ini komitmen kami menjalankan perintah Presiden Joko Widodo untuk mewujudkan Bali baru. Selain Borobudur Maraton (yang digelar 17-18 November 2018), ke depan kami akan terus menggelar `event` berskala internasional lainnya di kawasan Borobudur," kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat dihubungi melalui telepon dari Semarang, Kamis.

Ganjar juga berharap dengan adanya berbagai kegiatan pariwisata dan "sportourism" di kawasan Objek Wisata Candi Borobudur, maka jumlah wisatawan domestik maupun mancanegara dapat bertambah atau mencapai target kunjungan wisatawan.

Terkait dengan ajang Borobudur Maraton 2018, Ganjar mengaku diprotes masyarakat yang kehabisan tiket sehingga tidak bisa mengikuti ajang bertaraf internasional itu.

"Saat lari saya dicolek warga yang protes karena tidak kebagian tiket Borobudur Maraton 2018, sebelum-sebelumnya juga sudah banyak yang protes kepada saya karena tidak kebagian tiket," ujarnya.

Menurut Ganjar, Borobudur Maraton merupakan ajang tiap tahun yang ditunggu oleh masyarakat yang antusias mengikutinya, bahkan 10.000 tiket habis terjual hanya dalam hitungan jam.

"Animo masyarakat yang ingin mengikuti Borobudur Maraton tahun ini sangat besar," kata politikus PDI Perjuangan itu.

Kepada masyarakat yang tidak kebagian tiket, Ganjar meminta agar tidak berkecil hati sebab Borobudur Maraton? pada tahun ini akan digelar selama dua hari yakni 17-18 November 2018, di mana hari pertama dikhususkan bagi masyarakat dan keluarga yang tidak kebagian tiket tersebut.

"Yang tidak kebagian tiket tidak perlu berkecil hati, ada event Friendship Run sepanjang 3,7 kilometer yang digelar sehari sebelum acara Borobudur Maraton 2018. Jadi silakan datang bersama keluarga untuk olahraga sambil piknik, biar hati, pikiran dan raga bisa sehat waras, kalau semua orang bisa piknik, pasti hidupnya bahagia," ujarnya.

Ganjar menyebutkan Borobudur Maraton 2018 tidak hanya ajang untuk olahraga semata, melainkan juga kegiatan dipadukan dengan kearifan lokal, kebudayaan serta pariwisata dengan melibatkan masyarakat sekitar kawasan Objek Wisata Candi Borobudur.

"Maka jangan heran, saat lari di Borobudur Maraton nanti ada warga yang membagikan tempe goreng, peyek, dan makanan lain kepada peserta di pinggir jalan," katanya.

Sementara itu, Project Leader Borobudur Maraton 2018, Sri Aswito Zainul, mengatakan bahwa Borobudur Maraton 2018 akan melombakan tiga nomor yaitu Full Maraton yang menempuh jarak 42,195 kilometer, Half Maraton 21 kilometer, dan 10 kilometer (10K)

Ia menyebutkan Borobudur Maraton 2018 akan diikuti oleh pelari tingkat nasional dan pelari dari luar negeri.

"Sampai saat ini, sudah ada banyak pelari dari 28 negara yang konfirmasi akan ikut Borobudur Maraton, di antaranya dari Malaysia, Kenya, Singapura, Brunei Darrusalam, Kanada, Denmark, Italia, Jepang, dan Cekoslavia," ujarnya. 
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar