BI mudahkan masyarakat pedesaan tukar uang baru

id Bank indonesia, uang baru

BI mudahkan masyarakat pedesaan tukar uang baru

Kepala BI Kanwil Surakarta Bandoe Widiarto saat memberikan penjelasan kepada wartawan. (Foto: Aris Wasita)

beberapa waktu lalu kami menandatangani nota kesepahaman dengan BPR terkait pelayanan uang baru
Solo (Antaranews Jateng) - Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Surakarta akan memudahkan masyarakat, khususnya pedesaan, untuk menukarkan uang baru melalui Bank Perkreditan Rakyat (BPR).
     
"Dalam hal ini kami menggandeng BPR, karena melihat uang yang ada di BPR mayoritas kondisinya kurang bagus. Ini beralasan karena BPR lokasinya kan kebanyakan di pasar-pasar dan desa-desa," kata Kepala BI Kanwil Surakarta Bandoe Widiarto di Solo, Sabtu.
     
Ia mengatakan selama ini penukaran uang lusuh ke baru yang dilakukan oleh BPR juga harus melalui perbankan umum karena biasanya jarak BPR ke BI cukup jauh. 
     
"Ini akhirnya juga memerlukan proses yang cukup lama. Oleh karena itu, beberapa waktu lalu kami menandatangani nota kesepahaman dengan BPR terkait pelayanan uang baru," katanya.
     
Ia mengatakan teknisnya adalah BI melakukan jemput bola melalui kas keliling. Selanjutnya, pihak BPR bisa menyiapkan uang lusuh untuk kemudian ditukarkan ke kas keliling BI.
     
"Dalam hal ini, BPR wajib memberi layanan penukaran keuangan kepada masyarakat. Jadi masyarakat ketika ambil uang ke BPR bisa dapat baru," katanya.
     
Ia mengatakan dari skala nilai 1-16 saat ini kondisi uang pecahan besar yang beredar di bawah Kantor Perwakilan Surakarta berada di skala 14, sedangkan uang pecahan kecil di skala 12.
     
"Untuk mempertahankan di skala 14 juga tidak mudah. Oleh karena itu, langkah ini (menggandeng BPR, red.) kami lakukan untuk mempertahankan itu," katanya.
     
Ia mengatakan uang lusuh atau tidak layak edar selanjutnya akan dimusnahkan. Hingga triwulan II tahun ini sebanyak Rp334 miliar uang tidak layak edar yang dimusnahkan. 
     
Ia mengatakan uang tidak layak edar memiliki empat kriteria, yaitu lusuh bisa karena jamur atau yang lain, rusak, cacat, dan uang emisi lama yang sudah tidak berlaku.

 
Pewarta :
Editor: Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar