Legislator apresiasi BUMN kendalikan harga jelang Lebaran

id siti mukaromah

Legislator apresiasi BUMN kendalikan harga jelang Lebaran

Anggota Komisi VI DPR RI Siti Mukaromah. (Foto: Sumarwoto)

     Purwokerto (Antaranews Jateng) - Anggota Komisi VI DPR RI Siti Mukaromah memberikan apresiasi atas kinerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bidang pangan khususnya Perum Bulog dalam upaya mengendalikan gejolak kenaikan harga kebutuhan pokok masyarakat menjelang Lebaran.
     Saat ditemui di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis, legislator yang akrab disapa Erma itu mengatakan harga kebutuhan pokok masyarakat secara umum menjelang Lebaran relatif stabil meskipun ada beberapa yang mengalami sedikit kenaikan.
     Menurut dia, gerakan stabilisasi harga pangan (GSHP) yang dilaksanakan oleh BUMN pangan turut memberikan dampak positif dalam dalam upaya pengendalian harga kebutuhan pokok masyarakat menjelang Lebaran.
     "Kami memang berharap stabilisatornya adalah mereka (BUMN pangan, red.). Oleh karena itu, kami terus melakukan komunikasi melalui RDP-RDP (Rapat Dengar Pendapat), kami minta kepada Bulog, RNI, PPI, dan BUMN pangan lainnya agar kali ini harga-harga jangan sampai betul-betul mempersulit masyarakat," kata Anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa Daerah Pemilihan Jawa Tengah VIII (Banyumas dan Cilacap) itu.
     Pihaknya selalu menekankan kepada BUMN pangan, khususnya Bulog, agar optimal menjalankan pelayanan publiknya (public service obligation/PSO) di samping melaksanakan bisnisnya.
     Sebagai salah satu BUMN, kata dia, Bulog bukan BUMN yang harus dituntut secara profit melainkan harus dituntut pelayanannya.
     "Saya pikir ini menjadi bagian yang kita harapkan untuk bisa berkelanjutan. Komisi VI pasti sangat mendukung itu," katanya.
     Erma mengharapkan manajemen Bulog di bawah kepemimpinan Budi Waseso dapat berjalan lebih baik dan lebih tertata.
     Selain itu, Buwas (panggilan akrab Budi Waseso, red.) diharapkan tetap bersikap tegas dalam memimpin Bulog seperti halnya saat memimpin institusi sebelumnya.
     "Dalam penataan stok, jangan sampai ada barang baru kemudian dikeluarkan, sedangkan barang yang sudah tersimpan lama tidak segera dikeluarkan, sehingga dapat menimbulkan stigma masyarakat bahwa kinerjanya tidak bagus," kata perempuan asli Banyumas itu.
     Dia secara pribadi mengaku setuju terhadap wacana Buwas yang berencana mengubah pola penyimpanan dari sebelumnya berupa beras menjadi gabah.
     "Saya setuju kalau penyimpanannya berupa gabah karena cenderung awet atau tahan lama dan tidak merusak kualitas beras. Namun yang penting dalam penyimpanan gabah itu harus benar-benar baik," tegasnya.
     Terkait dengan hal itu, Erma mempersilakan Bulog mempersiapkan infrastruktur guna merealisasikan wacana penyimpanan gabah dalam upaya mendukung ketahanan pangan.
     Kendati demikian, dia mengharapkan dalam pembelian gabah, Bulog tetap memerhatikan kesejahteraan petani dengan memberikan harga yang aman dan nyaman.
     "Jangan sampai petani justru merasa lebih nyaman dengan tengkulak. Bulog harus bisa menunjukkan kepada masyarakat bahwa BUMN itu benar-benar merupakan penyangga pangan," katanya.
 
Pewarta :
Editor: Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar