Lelang proyek renovasi balai benih ikan Kudus dimulai

id balai benih ikan, kudus

Lelang proyek renovasi balai benih ikan Kudus dimulai

Menebar bibit ikan nila di kolam ikan Balai Benih Ikan (BBI) Hadipolo, Jekulo, Kabupaten Kudus. (Foto: Akhmad Nazaruddin Lathif)

Kudus (Antaranews Jateng) - Pengerjaan proyek renovasi Balai Benih Ikan milik Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mulai dilelang.

"Kegiatan perbaikan maupun penambahan sarana dan prasarana tidak hanya satu BBI, melainkan di dua BBI sekaligus," kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus Catur Sulistiyanto melalui Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Benih Pertanian dan Perikanan Abdullah Muttaqin di Kudus, Rabu.

Renovasi itu dilakukan agar sarana dan prasananya semakin lengkap dalam menunjang budi daya ikan air tawar.

Ia mengatakan, Balai Benih Ikan (BBI) yang diperbaiki, yakni BBI Desa Margorejo, Kecamatan Dawe dan BBI Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo.

Untuk BBI Margorejo, kegiatannya meliputi pembuatan ruang pamer berbagai jenis ikan hias, pembuatan pagar keliling, jembatan masuk kompleks BBI yang nilai masing-masing kegiatan berbeda-beda.

"Nilai anggaran untuk masing-masing kegiatan berkisar Rp336 juta hingga Rp600 juta," ujarnya.

Sementara kegiatan di BBI Hadipolo meliputi pembuatan jalan, perbaikan saluran irigasi, serta penyediaan tempat parkir.

Ia memperkirakan nilai anggaran keseluruhan mencapai Rp500 juta.

Dengan adanya kegiatan perbaikan dan penambahan sarpras, dia berharap, kinerja masing-masing BBI dalam mendorong pembudi daya ikan air tawar di Kudus semakin maksimal.

BBI Hadipolo difokuskan untuk memproduksi benih untuk ikan konsumsi, sedangkan di BBI Margorejo untuk pembenihan ikan hias.

Adanya ruang pamer bisa dimanfaatkan oleh komunitas pembudidaya ikan hias untuk menggelar pameran ikan hias atau sebagainya, sebagai salah satu upaya menggairahkan budi daya ikan hias serta mempopulerkan ikan hias, khususnya di Kudus.

"Semakin banyak masyarakat yang mengetahui, tentunya akan semakin banyak peminat ikan hias sehingga bisa meningkatkan omzet penjualan para pembudidaya," ujarnya.

Menurut dia, pengembangan ikan hias di Kabupaten Kudus selama ini memang memiliki potensi cukup besar untuk dikembangkan sebagai pusatnya budi daya ikan hias.

Karena itu, keberadaan pembudidaya berbagai jenis ikan hias di Kudus perlu didukung. Salah satunya lewat pengembangan BBI menjadi tempat pembenihan khusus ikan hias.

Ia memperkirakan proyek kegiatan fisik di dua BBI tersebut selesai dikerjakan pada Juli 2018. Sedangkan untuk pemanfaatan ruang pamer diperkirakan akhir tahun 2018 bisa dimulai.

"Nantinya, BBI Margorejo juga bisa dijadikan tempat edukasi budi daya ikan hias bagi masyarakat di Kudus, termasuk para pelajar," ujarnya.
Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar