Ganjar: "UKM Virtual Expo" bantu perkembangan ekosistem bisnis

id Ganjar, UKM virtual expo

Ganjar: "UKM Virtual Expo" bantu perkembangan ekosistem bisnis

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (tengah) pada penutupan"UKM Virtual Expo". ANTARA/Aris Wasita

Semarang (ANTARA) - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan kegiatan "UKM Virtual Expo" yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Dinkop UKM) Provinsi Jawa Tengah membantu perkembangan ekosistem bisnis di tengah lesunya ekonomi akibat pandemi COVID-19.

"Banyak (UMKM) yang sambat (mengeluh) ke saya, jangan sambat, kita cari solusi. Ketika tidak bisa jual konvensional, diadakanlah (penjualan) secara virtual, dibantu Bank Indonesia dan Dinkop UKM, kita promo," katanya saat menutup kegiatan "UKM Virtual Expo" di Semarang, Jumat.

Ia mengatakan dengan penjualan secara virtual juga mendorong pelaku UMKM untuk terus belajar bagaimana menjual produk mereka agar tidak kalah bersaing dengan yang lain.

Baca juga: "UKM Virtual Expo" bukukan transaksi Rp4,8 miliar

"Kalau jualan di warung depan kan nunggu pembeli, ya ini (secara virtual) jangan menunggu. Penjual harus proaktif, ditawarkan produknya. Oleh karena itu, (UKM Virtual Expo) kita lanjutkan terus, kalau perlu kita permanenkan," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah Soekowardojo mengatakan sejumlah pelaku usaha sudah mulai merasakan dampak positif dari penyelenggaraan penjualan secara virtual yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan Bank Indonesia.

"Berdasarkan catatan kami setelah ada pameran virtual 'UMKM Gayeng' sudah ada sepuluh UKM yang akan melakukan ekspor, ada yang ke Australia, Korea Selatan, Swiss, dan Uni Emirat Arab," katanya.

Sementara itu, dikatakannya, untuk bisa tumbuh diperlukan kebersamaan antarpelaku UMKM sehingga bisa memperkuat daya saing dan nilai tawar.

"Jangan satu persatu, karena membuat daya saing lemah, daya tawar lemah, cari pembiayaan susah. Termasuk digitalisasi, pelaku UMKM harus bisa digital, kenal 'market place'. Kalau sudah begitu lebih gampang pembiayaannya," katanya.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Jateng Supriyatno mengatakan pendampingan termasuk pembiayaan terus dilakukan oleh Bank Jateng di masa pandemi COVID-19.

"Di masa pandemi ini dinilai orang merupakan masa suram, tetapi justru sekarang pembiayaan supermikro pun ada. Bahkan sebentar lagi pak Gubernur akan mengeluarkan hibah Rp2 juta dengan bunga nol persen. Bukan pelaku usaha saja tetapi juga korban PHK juga memperoleh fasilitas yang sama, ini kesempatan kita dalam melakukan pembiayaan dan pendampingan," katanya.

Baca juga: 2.595 produk fesyen ramaikan UKM Virtual Expo II
Baca juga: Atiqoh Ganjar: Saatnya UKM Jateng pasarkan produk dengan teknologi informasi
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar