BPBD Banjarnegara intensifkan pemantauan di desa rawan longsor

id bencana,banjarnegara,jateng,BPBD

BPBD Banjarnegara  intensifkan pemantauan di desa rawan longsor

Kepala Pelaksana BPBD Banjarnegara, Jateng Aris Sudaryanto (kiri). FOTO ANTARA/HO-Humas Pemkab Banjarnegara

Banjarnegara, Jateng (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah terus mengintensifkan pemantauan di desa-desa yang rawan longsor menyusul peningkatan curah hujan di wilayah setempat.

"Setiap saat kita lakukan pemantauan, baik patroli secara langsung maupun komunikasi dengan para ujung tombak informasi serta para relawan di desa, khususnya desa yang rawan longsor," kata Kepala Pelaksana BPBD Banjarnegara Aris Sudaryanto di Banjarnegara, Sabtu.

Dia menjelaskan hal tersebut dilakukan sebagai upaya antisipasi dan mitigasi atau pengurangan risiko bencana tanah longsor pada saat musim hujan.

"Kami juga terus memperkuat sinergitas dengan jaringan relawan dan menyiagakan personel agar mereka selalu siaga jika terjadi suatu bencana, meskipun demikian harapan kami adalah Banjarnegara tetap aman dan tidak terjadi bencana," katanya.

Aris juga mengimbau kepada seluruh warga yang tinggal di daerah rawan longsor untuk waspada dan berhati-hati, terutama jika hujan turun dengan intensitas yang tinggi dan dalam durasi yang lama yakni di atas 30 menit.

"Bagi warga yang rumahnya di dekat tebing, alangkah baiknya mengungsi dulu saat turun hujan lebat dengan durasi yang lama guna menghindari kemungkinan terjadinya tanah bergerak atau longsor," kata Aris Sudaryanto .

Dia juga mengimbau warga untuk tidak panik namun perlu tetap meningkatkan kewaspadaan serta kehati-hatian guna mengantisipasi kejadian bencana.

Sebelumnya, Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono juga mengingatkan seluruh pihak terkait mengenai pentingnya memperkuat upaya mitigasi bencana saat musim hujan.

"Kami mengingatkan seluruh pihak terkait termasuk masyarakat mengenai pentingnya memperkuat mitigasi dan meningkatkan kesiapsiagaan saat musim hujan," katanya.

Dia mengatakan berdasarkan informasi dari BMKG, wilayah Kabupaten Banjarnegara telah memasuki awal musim hujan sejak bulan Oktober 2020.

Dia menambahkan upaya mitigasi atau pengurangan risiko bencana merupakan langkah strategis yang perlu dilakukan pada saat ini.

"Kita memang tidak bisa memprediksi kapan terjadinya bencana namun setidaknya kita bisa melakukan upaya untuk mengurangi dampak risiko bencana dan memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat," demikian Budhi Sarwono.

Baca juga: BPBD Banjarnegara pantau wilayah rawan tanah longsor

Baca juga: BPBD Cilacap: Waspadai peningkatan curah hujan

Pewarta :
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar