600 personel Polres Banjarnegara disiagakan antisipasi bencana

id polres banjarnegara,siaga bencana

600 personel Polres Banjarnegara disiagakan antisipasi bencana

Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono (tiga dari kiri) didampingi Dandim 0704/Banjarnegara Letkol Arh Sujeidi Faisal dan Kapolres Banjarnegara AKBP Fahmi Arifrianto mengecek kesiapan peralatan penanggulangan bencana di Banjarnegara, Jawa Tengah, Kamis (22/10/2020). ANTARA/HO-Polres Banjarnegara

Banjarnegara (ANTARA) - Kepolisian Resor Banjarnegara menyiagakan 600 personel untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, yang merupakan daerah rawan longsor.

"Kami secara umum menyiapkan 600 personel, Satgas Bencana sebanyak tiga peleton, dan fasilitas pendukung lainnya," kata Kepala Polres Banjarnegara Ajun Komisaris Besar Polisi Fahmi Arifrianto di kompleks Alun-Alun Banjarnegara, Kamis.

Dia mengatakan hal itu kepada wartawan usai Apel Kesiapsiagaan Dalam Rangka Antisipasi Penanggulangan Bencana di Wilayah Kabupaten Banjarnegara yang melibatkan Pemerintah Kabupaten Banjarnegara, TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Taruna Siaga Bencana, Satuan Polisi Pamong Praja, Palang Merah Indonesia, serta sejumlah organisasi perangkat daerah dan institusi lainnya.

Menurut dia, fasilitas pendukung tersebut di antaranya anjing pelacak Cadaver yang mempunyai keahlian khusus dalam pencarian dan pertolongan (search and rescue/SAR) serta ambulans untuk membantu mengevakuasi korban.

"Meskipun begitu, kami berharap tidak terjadi bencana di wilayah Banjarnegara. Mohon doanya ya, semoga tidak terjadi bencana," kata Kapolres.

Sementara itu, Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono mengatakan 75 persen wilayah Banjarnegara merupakan daerah rawan bencana terutama tanah longsor.

Bahkan berdasarkan data BPBD hingga tanggal 21 Oktober 2020, kata dia, di Kabupaten Banjarnegara telah terjadi tanah longsor sebanyak 101 kejadian.

"Selain itu, banjir ada dua kejadian, angin kencang ada 21 kejadian, gempa ada satu kejadian, kebakaran ada 26 kejadian, sehingga total bencana sebanyak 146 kejadian," katanya.

Oleh karena itu, kata dia, pihaknya bersama pihak terkait terus mengoptimalkan potensi yang ada untuk menghadapi terjadinya bencana.

Menurut dia, hal itu disebabkan penanggulangan dan pengurangan risiko bencana merupakan tanggung jawab semua pihak.

"Melalui apel siaga ini, kami berharap akan terjadi sinergitas dan keterlibatan semua pihak. Semua dapat berkontribusi secara langsung sesuai fungsi dan peran masing-masing, sehingga pada akhirnya bencana dapat kita cegah dan meminimalisasi bersama," katanya.
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar