Pertamina salurkan Rp19 miliar untuk kembangkan UMKM Jateng-DIY

id pertamina, program, kemitraan, bantuan

Pertamina salurkan Rp19 miliar untuk kembangkan UMKM Jateng-DIY

Pertamina memberikan elpiji bright gas 5,5 kg kepada pelaku UMKM atas kesadarannya menggunakan elpiji nonsubsidi. ANTARA/HO-Aris Wasita

Semarang (ANTARA) - PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) IV telah menyalurkan bantuan Program Kemitraan BUMN kepada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebesar Rp19 miliar di wilayah penyaluran Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk 253 UMKM sejak bulan Januari hingga September 2020.

Nilai tersebut melampaui target pencapaian Program Kemitraan yang ditetapkan secara internal yaitu sebesar Rp18 miliar hingga akhir tahun 2020.

Jumlah mitra binaan yang masih aktif dalam Program Kemitraan dalam 3 tahun terakhir mencapai 834 UMKM yang berasal dari berbagai macam sektor di antaranya sektor industri, perdagangan, pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, hingga jasa.

Anna Yudhiastuti selaku Unit Manager Communication, Relations, & CSR Marketing Operation Region (MOR) IV menjelaskan Program Kemitraan BUMN bertujuan untuk mempercepat laju pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan mengembangkan para pelaku UMKM hingga menjadi mandiri ekonomi atau berdikari.

"Bantuan yang diberikan berupa dana pinjaman untuk modal usaha hingga maksimal Rp200 juta. Di samping itu Pertamina juga memberikan bantuan pendampingan dan pembinaan kepada mitra binaan," katanya.

Baca juga: Pinky Movement : Pertamina gandeng UMKM salurkan Bright Gas

Bambang Tri Mulyono, pemilik usaha Bakmi Jawa Mbah Harjo asal Bantul mengaku senang telah menjadi bagian dari Program Kemitraan Pertamina sejak tahun 2019 dan ada banyak manfaat yang Ia rasakan setelah menjadi mitra binaan Pertamina.

“Pinjaman dana dari Pertamina senilai Rp75 juta sangat membantu saya untuk menambah peralatan dan kebutuhan usaha. Biaya administrasinya juga hanya 3 persen, jauh lebih rendah daripada pinjaman ke bank, sehingga pengembaliannya tidak begitu memberatkan,” kata Bambang.

Bambang mengaku tidak hanya bantuan modal, tetapi dirinya juga kerap diikutkan dalam kegiatan pembinaan dan perluasan akses pasar, sehingga usahanya semakin banyak dikenal pelanggan.

“Produk saya ini juga semakin dikenal banyak pelanggan bukan hanya di sekitar Yogyakarta, tetapi di Jakarta dan kota-kota lainnya bahkan sudah sampai Jedah, Arab berkat pameran UMKM yang disponsori oleh Pertamina di sana,” kata Bambang.

Baca juga: Pinky Movement permudah UKM dan UMKM dapatkan Bright Gas

Pertamina, katanya, juga senantiasa memberikan kesempatan pelatihan untuk mitra binaan seperti bagaimana cara mengelola keuangan hingga pemasaran secara online dan membantu usaha mitra binaannya bertahan di tengah pandemi COVID-19.

“Kami bersyukur sekali karena pada saat pertengahan April 2020, usaha makanan kami mendapat oderan khusus dari Pertamina untuk dijadikan paket bantuan Pertamina Peduli COVID-19. Tentunya ini sangat membantu kami untuk bertahan dari perekonomian yang melesu akibat pandemi,” katanya.

Program Kemitraan merupakan salah satu program kepedulian kepada masyarakat khususnya para pelaku UMKM yang ditugaskan kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan telah diatur dalam Peraturan Menteri Peraturan Menteri BUMN PER-02/MBU/04/2020 tanggal 2 April 2020 tentang Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL).

Anna menambahkan meskipun telah memenuhi capaian target Program Kemitraan tahun 2020, Pertamina akan terus menambah penyaluran dan pendampingan kepada UMKM khususnya di Provinsi Jawa Tengah dan DIY hingga akhir tahun.

"Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan informasi seputar program kemitraan dari Pertamina dapat menghubungi Pertamina Call Centre 135 atau melalui website www.pertamina.com/id/program-kemitraan," kata Anna.

Baca juga: UMKM di Semarang bertahan saat pandemi

Pandemi COVID-19
Di tengah pandemi COVID-19, PT Pertamina (Persero) juga terus memberikan pendampingan dan edukasi mengenai cara menyintas pandemi secara virtual kepada para pekerja dan UMKM serta stakeholder yang dikemas dalam webinar.

Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk memberikan wawasan kepada para peserta bahwa banyak kesempatan dan solusi yang bisa diambil di kala pandemi COVID-19 untuk meningkatkan kemandirian ekonomi serta peluang-peluang lainnya tentunya dengan tetap mentaati protokol kesehatan.

“Kegiatan Nongkrong Bareng Pertamina ini merupakan kegiatan rutin sebagai sarana Pertamina berinteraksi, berkomunikasi, serta memberikan edukasi kepada stakeholder internal maupun eksternal. Narasumber-narasumber yang kami hadirkan pun memiliki latar belakang dan wawasan yang tepat diberikan kepada para peserta untuk dijadikan lesson learned maupun kesempatan baru terutama di saat pandemi ini," kata Anna.

Hilmi Andrianto, Senior Public Policy and Government Relations Lead Tokopedia mengatakan di saat pandemi yang paling besar terdampak adalah mereka para pelaku usaha baik UMKM maupun usaha besar yang bergerak di barang dan jasa.

Hilmi justru melihat di saat pandemi, banyak improvisasi dan inisiasi yang dilakukan oleh para pelaku usaha, mereka menjadi lebih kreatif dan menghasilkan produk-produk yang belum pernah ada sebelumnya agar usaha mereka tetap bertahan.

Baca juga: Pertamina berdayakan UMKM menyuplai 3.000 paket nutrisi untuk tenaga medis.

 

Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar