Rumah dinas Gubernur Jateng menjadi panggung pertunjukan seniman

id rumah dinas gubernur,seniman di jateng

Rumah dinas Gubernur Jateng menjadi panggung pertunjukan seniman

Gubernur Ganjar Pranowo dengan latar belakang beberapa seniman yang sedang beraktivitas pada panggung pertunjukan di rumah dinas Gubernur Jawa Tengah. (ANTARA/HO-Humas Pemprov Jawa Tengah)

Semarang (ANTARA) - Rumah dinas Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjadi panggung pertunjukan bagi berbagai seniman selama bulan Ramadhan dengan tetap menerapkan pembatasan sosial dan fisik guna mengantisipasi meluasnya penyebaran COVID-19.

"Awalnya saya ngobrol dengan para seniman, saya berpikir bagaimana nasib kawan-kawan? Ya sudah manggung saja, kita pentas live streaming, tempatnya di lapangan basket rumah dinas," kata Ganjar di Semarang, Senin petang.

Dibukanya rumah dinas Gubernur Jateng sebagai salah satu ruang pertunjukan alternatif ini bertujuan agar para seniman tetap bisa berkreasi di tengah pandemi COVID-19 karena sebelumnya, Ganjar mendapat banyak aduan dari seniman yang tidak bisa manggung.

Menurut Ganjar, kegiatan yang diberi label "Panggung Kahanan, Mositifi COVID-19" itu bakal digelar seminggu tiga kali, yakni pada Senin, Rabu dan Jumat.

Untuk pertunjukan perdana ini, Konde, perupa asal Kota Semarang yang mengawali aksi, kemudian ada kelompok musikalisasi puisi Paradoks dari Kabupaten Kendal, Kelompok Tari dari Semarang, Direktur Hysteria Adin Khoiruddin dan stand up komedi oleh Ipin.

Ganjar ingin melalui kegiatan tersebut, para seniman tetap berkreasi, tidak pernah patah hati, dan tidak patah semangat.

Dirinya mengaku beberapa kali diajak terlibat dalam acara-acara langsung oleh para seniman, namun terhenti karena adanya pandemi COVID-19.

"Ini semuanya serba gotong royong dan spontan, malah teman-teman artis nasional ingin diundang. Kayaknya sekali-kali bisa berkolaborasi agar menyemangati teman-teman untuk tetap berkarya," ujarnya.

Untuk yang sedang nonton di rumah, kata Ganjar, kita tidak boleh mati langkah atau mati gaya karena karya, inovasi, serta kreasi itu harus ditunjukkan.

"Dengan cara itu, semua orang bisa meniru cara kawan-kawan seniman yang mencoba untuk bertahan dan menghibur," katanya.

Direktur Hysteria Adin Khoiruddin menambahkan beberapa jurus bagaimana yang mestinya seniman terapkan di tengah pandemi COVID-19.

"Beberapa minggu terakhir saya banyak beraktivitas online. Kita mesti social distancing karena di tengah pandemi festival-festival tidak ada. Biasanya orang menggelar festival karena tidak ada waktu untuk mencari hiburan dan berkumpul, akhirnya festival jadi tujuan," ujarnya.

Kendati demikian, lanjut Adin, ketika di tengah pandemi ini semua pihak, termasuk seniman, dipaksa mengubah perilaku dari manual ke digital.

Ia mengibaratkan kondisi saat ini sama halnya dengan masa pengumpulan tugas yang selesai ataupun tidak harus dikumpulkan.

"Beberapa waktu lalu Afrizal Malna dan beberapa seniman lain telah menggelar pertunjukan online, hari ini Mas Ganjar memberikan ruang agar kita bereksperimen menggunakan media sosial untuk membikin sesuatu. Kita mendapatkan tantangan estetika itu seperti apa? Ada percepatan yang mesti kami atasi. Yang paling penting, kita tidak menyerah terhadap keadaan," katanya.
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar