Siswa SD 2 Mlatinorowito Kudus yang ruang kelasnya roboh segera direlokasi

id ruang kelas SD yang rusak, siswanya diusulkan direlokasi,ruang kelas di Kudus rusak,gedung sekolah di kudus rusak,ruang

Siswa SD 2 Mlatinorowito Kudus yang ruang kelasnya roboh segera direlokasi

Kepala Sekolah Dasar Negeri 2 Mlatinorowito, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, saat berada di antara puing-puing atap bangunan ruang kelas IV yang roboh. (ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif)

Kudus (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menginstruksikan kepada Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga untuk segera merelokasi siswa yang sekolahnya rusak agar proses belajar mengajar tetap berjalan dengan baik, kata Pelaksana tugas Bupati Kudus M. Hartopo.

"Kepala Dinas Pendidikan sudah saya minta sebelumnya untuk mencarikan bangunan SD yang tidak terpakai, mengingat sebelumnya juga ada regrouping sekolah," ujarnya diminta tanggapannya terkait nasib siswa yang atap ruang kelasnya roboh di Kudus, Senin.

Untuk itu, kata dia, Dinas Pendidikan diminta untuk meninjau bangunan sekolah yang dianggap masih layak untuk kegiatan belajar mengajar sementara waktu, sambil menunggu perbaikan bangunan sekolahnya yang rusak.

Baca juga: Atap kelas SD di Kudus roboh
Baca juga: Diguyur hujan lebat, atap SD Palebon roboh


Perbaikan bangunan sekolahnya yang rusak, akan diupayakan melalui APBD Perubahan 2020 dengan harapan siswanya bisa kembali menempati ruang kelasnya yang lama.

"Kalaupun anggaran perubahan tidak memungkinkan, tentunya bisa diusulkan lewat APBD tahun berikutnya," ujarnya.

Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, atap ruang kelas IV Sekolah Dasar Negeri 2 Mlatinorowito, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus mengalami roboh total sehingga tidak bisa ditempati untuk kegiatan belajar mengajar siswa.

Atap ruang kelas IV tersebut roboh pada Kamis (13/2) sore setelah turun hujan deras, sehingga tidak ada korban jiwa karena ruang kelas sejak empat bulan dikosongkan mengingat atap bangunan mulai rapuh.

Selain ruang kelas IV yang dikosongkan, tampak ruang kelas V dan kelas VI juga ikut dikosongkan karena atap bangunan mulai keropos dan bocor saat turun hujan.

Proses belajar mengajar siswa terpaksa dialihkan ke ruang guru, ruang perpustakaan, serta ada yang menempati ruang laboratorium bahasa.

Pihak sekolah sendiri sudah mengajukan perbaikan ruang kelas sejak tahun 2018, namun baru tahun 2020 mendapatkan anggaran sebesar Rp190 juta.
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar