Atap kelas SD di Kudus roboh

id atap ruang kelas sekolah dasar negeri, di Kabupaten Kudus roboh

Atap kelas SD di Kudus roboh

Ketua DPRD Kudus Masan meninjau atap ruang kelas IV SDN 2 Mlatinorowito, Kabupaten Kudus yang roboh, Jumat (14/2/2020). ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif

Informasi tersebut, kami peroleh dari Ketua DPRD Kudus Masan yang datang ke lokasi untuk melihat ruang kelas yang roboh
Kudus (ANTARA) - Atap ruang kelas IV Sekolah Dasar Negeri 2 Mlatinorowito, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, roboh total sehingga tidak bisa untuk kegiatan belajar mengajar para siswa.

Menurut Kepala SD Negeri 2 Mlatinorowito Noor Wakhidah di Kudus, Jumat, atap roboh pada Kamis (13/2) sore, setelah turun hujan deras.

Saat kejadian, lanjut dia, tidak ada aktivitas belajar mengajar karena ruangan kelas IV tersebut telah dikosongkan, menyusul atap bangunan yang terlihat mulai keropos dan rawan roboh.

"Saat musim hujan, ruangan juga bocor sehingga siswa dialihkan ke ruang kelas lain yang kondisinya masih baik," ujarnya.

Ruang kelas V dan kelas VI juga ikut dikosongkan karena atap bangunan mulai keropos dan bocor saat turun hujan.

Para siswa ada yang dipindahkan ke ruang guru, ruang perpustakaan, serta ruang laboratorium bahasa.

Baca juga: Siswa SD Kudus belajar dengan atap sekolah rusak

Pihak sekolah sudah mengajukan perbaikan ruang kelas sejak 2018, namun baru pada 2020 mendapatkan anggaran Rp190 juta.

"Informasi tersebut, kami peroleh dari Ketua DPRD Kudus Masan yang datang ke lokasi untuk melihat ruang kelas yang roboh," ujarnya.

Ketua DPRD Kudus Masan mengaku prihatin dengan robohnya ruang kelas IV yang lokasinya justru berada di wilayah perkotaan.

Terkait dengan anggaran Rp190 juta, kata dia, tidak cukup untuk memperbaiki atap ruang kelas IV tersebut, mengingat ruang kelas di sebelahnya, mulai ruang kelas V hingga VI kondisinya juga tidak layak ditempati.

Anggaran tersebut, lebih baik digunakan untuk perbaikan atap ruang kelas III yang juga bocor saat musim hujan, sedangkan perbaikan atap ruang kelas IV, V, dan VI lebih baik dianggarkan pada 2021 dengan anggaran yang lebih besar karena bangunan sudah tidak layak sehingga perlu dibangun yang baru.
 
Ia menganggap anggaran untuk pendidikan cukup besar sehingga perlu ada skala prioritas agar tepat sasaran, terutama untuk perbaikan ruang kelas, bukan untuk pagar atau sarana dan prasarana lain yang bukan prioritas utama.

"Lebih baik memang lewat APBD murni tahun depan karena jika lewat APBD Perubahan, waktunya terlalu mepet sehingga dimungkinkan hanya bisa melakukan perbaikan satu atau dua ruang," ujarnya.

Bahkan, kata dia, ruang guru yang bersebelahan dengan ruang kelas yang rusak juga mulai mengkhawatirkan dan perlu diperbaiki, termasuk ruang laboratorium komputer juga ikut roboh atapnya. 

Baca juga: Atap SDN 1 Wonosegoro Boyolali roboh
Baca juga: Atap Sekolah Ambruk, Kegiatan Belajar Dialihkan ke Musala

 
Pewarta :
Editor: Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar