Bawaslu Surakarta sasar pemilih pemula pada sosialisasi pilkada

id Bawaslu, sosialisasi pemilih pemula,pilkada surakarta 2020

Bawaslu Surakarta sasar pemilih pemula pada sosialisasi pilkada

Sosialisasi yang dilakukan oleh Bawaslu kepada para guru PPKn. ANTARA/Aris Wasita

Solo (ANTARA) - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Surakarta, Jawa Tengah, menyasar pemilih pemula pada sosialisasi pemilihan kepala daerah (pilkada) yang akan diselenggarakan pada September 2020.

"Pada sosialisasi ini kami sengaja mengambil sasaran yang memiliki jejaring, yang punya akar ke bawah sehingga harapannya bisa dilakukan secara berantai. Oleh karena itu, pada kegiatan ini kami melibatkan para guru mata pelajaran PPKn," kata Koordinator Divisi Hukum, Humas, dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Kota Surakarta Agus Sulistyo di sela sosialisasi di Kusuma Sahid Prince Hotel (KSPH) Solo, Rabu.

Ia mengatakan dipilihnya guru PPKn karena segmentasi tersebut memiliki kesempatan lebih besar untuk bertemu dan bertatap muka dengan para pemilih pemula.

Baca juga: Rekrut 54 orang panwaslu kelurahan, Bawaslu Surakarta mulai buka pendaftaran

"Selain itu, saat mengajar kurikulum harapannya bisa menitikberatkan tentang kepemiluan dan tentang pengawasan partisipatif. Harapannya ini bisa jadi ruh yang disampaikan oleh guru PPKn dalam upaya mencerahkan pemilih pemula kita agar punya wawasan lebih," katanya.

Ia mengatakan permasalahan pemilih pemula adalah mereka belum memiliki basis pilihan yang ideologis dan belum memiliki informasi yang lebih lengkap tentang arti penting pemilu sekaligus karakteristik pasangan calon.

"Meskipun media sangat terbuka, mereka tahu dari media mainstream, media online namun tatap muka dengan guru tetap jadi upaya kami, tujuannya untuk mengoptimalkan pengawasan partisipatif tadi," katanya.

Ia mengatakan melalui sosialisasi tersebut Bawaslu berupaya memberikan penyadaran kepada pemilih untuk berpartisipasi aktif tidak hanya saat hari pemungutan suara tetapi juga ikut melakukan pengawasan.

"Harapannya guru maupun murid bisa menjadi relawan serta pengawas partisipatif. Titik beratnya adalah memasukkan nilai-nilai pengawasan partisipatif masuk dalam kurikulum yang disampaikan ke murid," katanya.

Sementara itu, pada kegiatan tersebut Bawaslu melibatkan sebanyak 100 guru PPKn SMA/SMK di seluruh Kota Solo.

"Sebelumnya, terkait pemilih pemula ini kami juga sudah melakukan sosialisasi ke komunitas Pramuka. Dengan demikian, harapannya hasil sosialisasi dapat lebih optimal," katanya.

Baca juga: Bawaslu Surakarta minta masyarakat aktif di pilkada
 
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar