Belasan anak panti asuhan di Batang keracunan makanan sisa katering

id Keracunan, di Batang

Belasan anak panti asuhan di Batang keracunan makanan sisa katering

Sejumlah anak panti asuhan Darur Hadlonah Karangasem, Kabupaten Batang, keracunan setelah menyantap makanan jenis "sea food", Selasa. ANTARA/Kutnadi

Batang (ANTARA) - Sebanyak 13 anak panti asuhan Darur Hadlonah Karangasem, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, keracunan setelah mengonsumsi makanan sisa katering, Selasa.

Pengasuh Panti Asuhan Darur Hadlonah Karangasem Hanifah di Batang, Selasa, mengatakan bahwa pihaknya menduga keracunan ini setelah anak-anak panti mengonsumsi makanan sisa katering dari acara hajatan pada hari Senin (3/2).

"Ada beberapa makanan yang diberikan oleh penyelenggara hajatan kepada panti asuhan, seperti kikil, daging bakso, dan makanan jenis sea food. Akan tetapi, anak panti asuhan yang keracunan adalah mereka yang mengonsumsi makanan jenis sea food, seperti kerang, cumi, dan udang," katanya.

Baca juga: Tujuh siswa SD di Batang keracunan jajanan kornet

Mereka yang keracunan tersebut sudah diperiksa oleh seorang dokter. Anak-anak itu dinyatakan positif keracunan.

"Belasan anak panti tersebut sempat terbaring lemas karena terus mengalami mual, muntah, dan diare. Namun, setelah mendapat pertolongan medis korban keracunan sebagian sudah mulai membaik dan lainnya pada proses pemulihan," katanya.

Hanifah menjelaskan bahwa keracunan ini terjadi saat masyarakat di lingkungannya ada hajatan dan penyelenggara hajatan memberikan makanan sisa katering prasmanan.

Anak panti asuhan yang melihat makanan enak dan belum pernah mengonsumsi makanan sea food, kata dia, sangat antusias memakannya.

"Namun, pada Senin (3/2) malam, belasan anak mulai merasakan mual, muntah, sakit perut, dan diare," katanya.

Menurut dia, pengasuh panti asuhan tidak akan menuntut pihak yang telah memberikan makanan tersebut karena mereka telah berbaik hati berbagi pada anak asuhnya di panti.

"Pemberi makanan sudah baik untuk berbagi pada anak panti dan tidak ada niat untuk meracuni. Oleh karena itu, kami tidak akan menuntut pemberi makanan itu kepada penegak hukum," katanya.

Baca juga: Puluhan santri Temanggung keracunan, polisi ambil 8 sampel sisa makanan
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar