Pelabuhan Perikanan Pantai Batang dan PLTU bangun rumah ikan

id Pelabuhan Perikanan, PLTU Batang

Pelabuhan Perikanan Pantai Batang dan PLTU bangun rumah ikan

Suasana para kelompok nelayan sedang membuat rumah ikan yang dibuat dari partisi plastik, di daerah Dukuh Roban Timur, Desa Sengon, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang. (Antara/Kutnadi)

Batang (ANTARA) - Pelabuhan Perikanan Pantai Klidang Lor Kabupaten Batang, Jawa Tengah, berkerjasama PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) selaku pengembang proyek pembangkit listrik tenaga uap setempat membangun rumah ikan di pantai Roban Timur, Kecamatan Subah.

Kepala Pelabuhan Perikanan Pantai Klidang Lor Kabupaten Batang Kurniawan di Batang, Rabu, mengatakan bahwa saat ini kondisi di perairan utara Jawa sudah dalam keadaan padat tangkap atau over fishing yang berdampak terhadap menurunya sumber daya perikanan.

"Fakta di lapangan menunjukan bahwa masih banyak alat tangkap sejenis mini trawl (illegal fishing) yang masih beroperasi sehingga tidak ada tempat untuk perlindungan telur dan larva ikan," katanya.

Ia mengatakan sebagai komitmen untuk meningkatkan sumber daya perikanan di perairan laut, khususnya di sekitar wilayah pembangunan PLTU berkapasitas 2 x 1.000 megawatt maka PT BPI membangun rumah ikan.

Pemasangan rumah ikan ini, kata dia, merupakan salah satu bentuk inisiatif yang baik dalam rangka peningkatan sumber daya perikanan.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Kabupaten Batang Teguh Tarmojo menyampaikan ucapan terima kasih kepada BPI dan pihak terkait lainnya yang secara konsisten ikut menjaga komitmen mendukung program pembangunan rumah ikan bagi kesejahteraan nelayan.

"Kami menyambut baik atas inisiatif pembangunan rumah ikan karena hal itu juga akan menjaga populasi ikan dan kesejahteraan para nelayan," katanya.

Sementara itu, Direktur Operasional PT BPI Shiroki Yamashita mengatakan bahwa BPI berupaya terus menjalankan komitmennya dalam mendukung program pemerintah dan akan berkolaborasi dengan para nelayan.

Pada 2019 ini, kata dia, BPI membuat 125 modul rumah ikan yang akan ditempatkan pada jarak 10 kilometer dari proyek pembangunan PLTU dan 8 kilometer dari area Roban.

"Kegiatan ini merupakan salah satu wujud komitmen perusahaan dalam meningkatkan perekonomian para nelayan di sekitar PLTU dan tetap menjaga lingkungan. Kami berharap produksi perikanan meningkat dan sinergi antara kelompok masyarakat dengan BPI serta dukungan pemerintah dapat melahirkan kegiatan pemberdayaan masyarakat lokal yang berkelanjutan," katanya.

 
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar