UMP meluncurkan Program S2 Pendidikan Agama Islam

id magister pendidikan agama islam,universitas muhammadiyah purwokerto

UMP meluncurkan Program S2 Pendidikan Agama Islam

Rektor UMP Dr. Anjar Nugroho, M.S.I., M.H.I. saat memberi sambutan dalam kuliah umum dan peluncuran Program Magister Pendidikan Agama Islam di Aula A.K. Anshori, Kantor Pusat UMP, Senin (16/9/2019). (ANTARA/HO-UMP)

Seperti dalam Al Quran, makin banyak membuka informasi, mencari informasi, makin perlebar telinga dari mana saja, maka akan mendapatkan yang terbaik dan menemukan kebenaran yang sejat
Purwokerto (ANTARA) - Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin (16/9), menggelar kuliah umum sekaligus untuk meluncurkan Program Magister (S2) Pendidikan Agama Islam di Aula AK Anshori, Kantor Pusat UMP.

Acara yang bertajuk Mahasiswa UMP Cerdas Menghadapi Perubahan Dalam Kerangka Wawasan Nusantara tersebut dihadiri Rektor UMP Dr. Anjar Nugroho, M.S.I., M.H.I., Dekan FAI UMP Dr. Ibnu Hasan, S.Ag., M.Si., dan mengundang pakar Pendidikan Agama Islam yang juga Wakil Rektor 1 Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Prof. Dr. Sutrisno, M.Ag.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor UMP Dr. Anjar Nugroho, M.S.I., M.H.I. mengatakan mahasiswa FAI tidak hanya mendengarkan dari dosen-dosen sendiri tapi juga mendatangkan langsung pakarnya, yakni pakar Pendidikan Agama Islam. 

Baca juga: Rektor UMP: Habibie sosok inovatif, cerdas, dan mencerahkan

Menurut dia, hal itu dilakukan supaya wawasan dan pikiran mahasiswa FAI menjadi lebih berwarna dan luas sehingga dalam menyikapi sebuah informasi tidak menjadi pribadi yang kaget atau baper.

"Seperti dalam Al Quran, makin banyak membuka informasi, mencari informasi, makin perlebar telinga dari mana saja, maka akan mendapatkan yang terbaik dan menemukan kebenaran yang sejati. Alhamdulillah, dalam kesempatan kali ini sekaligus me-launching Prodi S2 Pendidikan Agama Islam, ini sebuah perjuangan yang hebat dan sangat lama memang prosesnya," kata Rektor.

Sementara itu, Prof. Dr. Sutrisno, M.Ag. mengatakan mahasiswa harus mulai mengubah cara belajarnya menjadi cara belajar yang cerdas dan hidup yang cerdas. 

"Apalagi, dalam menghadapi era saat ini, di mana semua sudah serba online, sehingga mengembangkan pendidikan S1 dan S2 tidak cukup transfer value dan knowledge, karena kehidupan yang kita hadapi sudah berubah," ujarnya.

Baca juga: UMP gelar Ospek Merdeka bagi mahasiswa baru

Ia mengatakan pendidikan harus memanfaatkan potensi dan bakat yang dimiliki menyesuaikan dengan era yang sedang dihadapi sekarang.

Pendidikan era sekarang, kata dia, pengembangannya tidak cukup transfer namun harus mengembangkan pola pikir kritis logis dan inovatif, sehingga menciptakan smart student sebagai tujuan pendidikan yang utama yang menjadikan Indonesia maju dan akan bisa melahirkan sosok seperti BJ Habibie dan lainnya.

Menurut dia, pendidikan harus menumbuhkembangkan pola pikir sunnatullah dan kritis untuk prodi maupun fakultas apa pun karena jika tidak seperti itu akan tertinggal. 

"Jika UMP sudah menumbuhkembangkan pola pikir itu, ini akan menjadikan UMP yang lebih modern dan tentunya unggul," kata dia.(Zaa/Tgr)

Baca juga: Mahasiswa UMP deklarasikan Generasi Bijak Plastik
Pewarta :
Editor: Sumarwoto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar