OJK pastikan likuiditas jelang Lebaran terjaga

id ojk,lebaran,likuiditas,aman

OJK pastikan likuiditas jelang Lebaran terjaga

Kepala OJK Regional 3 Jateng dan DIY Aman Santoso (Foto: Nur Istibsaroh)

Semarang (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan Regional 3 Jawa Tengah dan DIY memastikan likuiditas sektor jasa keuangan di Jateng dan DIY menjelang dan selama Lebaran akan terus terjaga.

Kepala OJK Regional 3 Jateng dan DIY Aman Santoso menyebutkan likuiditas perbankan di Jateng berada pada level memadai dengan loan to deposit ratio (LDR) per April 2019 mencapai 95,12 persen menurun dibandingkan pada Maret 2019 yang mencapai 97,48 persen.

"Secara umum, perbankan di Jawa Tengah memiliki likuiditas yang cukup dan telah memiliki langkah antisipatif dalam menghadapi Hari Raya Idul Fitri, termasuk pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) Pegawai Negeri Sipil (yang dicairkan sejak tanggal 24 Mei 2019)," katanya.

Pada saat Lebaran yang biasanya masyarakat membutuhkan uang tunai dan seluruh perbankan yang ada telah siap dengan telah melakukan langkah antisipasi lebih awal.

Ia menyebutkan kinerja intermediasi lembaga jasa keuangan bulan April 2019 juga tercatat positif dengan pertumbuhan kredit perbankan sebesar 8,56 persen (year on year) yang didukung oleh sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan.

Hal tersebut dipicu dengan mulai masuknya musim tanam, sehingga kredit subsektor pertanian padi dan jagung tumbuh masing-masing 30,46 persen dan 48,44 persen.

"Untuk risiko kredit perbankan masih berada di level rendah dengan non performing loan (NPL) gross perbankan sebesar 3,01 persen, sedangkan NPL nett perbankan sebesar 1,29 persen," katanya.

Di sisi penghimpunan dana, tambah Aman, dana pihak ketiga (DPK) perbankan posisi April 2019 menunjukan pertumbuhan yang cukup menggembirakan yaitu tumbuh sebesar 8,27 persen yoy. 

Hal tersebut didorong oleh pertumbuhan tabungan sebesar 9,20 persen yoy dengan penambahan jumlah rekening tabungan sebanyak Rp1,1 juta account, sementara sepanjang Januari hingga Maret 2019, industri asuransi di Jawa Tengah telah berhasil menghimpun premi sebesar Rp5,7 triliun.

Terkait masih tingginya ketidakpastian di pasar keuangan global, Aman menegaskan bahwa OJK terus memantau perkembangan perekonomian serta dampak terhadap kinerja sektor keuangan serta terus memperkuat koordinasi dengan stakeholder terkait. 
 
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar