TPI Pekalongan optimistis lampaui target PAD Rp5,6 miliar

id TPI Pekalongan, target PAD

TPI Pekalongan optimistis lampaui target PAD Rp5,6 miliar

Pedagang ikan di TPI Kota Pekalongan mengemasi ikan yang siap dijual ke sejumlah daerah seperti Jakarta, Bandung, Cirebon, dan Cilacap. (Foto Kutnadi)

Pekalongan (ANTARA) - Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Tempat Pelelangan Ikan Kota Pekalongan, Jawa Tengah, menyatakan optimistis target pendapatan asli daerah (PAD) 2019 dari sektor perikanan sebesar Rp5,6 miliar akan terlampaui.

Kepala UPTD TPI Kota Pekalongan Mohtar Sanusi di Pekalongan, Selasa, mengatakan bahwa sejak Januari 2019 hingga per 31 Maret 2019, retribusi dari hasil lelang ikan sudah mencapai Rp1,263 miliar atau meningkat dibanding periode bulan yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp677 miliar.

"Oleh karena, kami optimitis hingga akhir April 2019, PAD dari sektor TPI dapat mencapai Rp1,8 miliar. Tentunya, dengan jangka waktu yang masih cukup lama maka target PAD sebesar Rp5,6 miliar akan tercapai," katanya.

Menurut dia, sejak awal Januari hingga pertengahan April 2019 aktivitas lelang ikan relatif cukup lancar sehingga pasokan ikan cukup melimpah.

Aktivitas lelang ikan di TPI, kata dia, sempat berhenti satu hari yaitu pada 17 April 2019 karena kegiatan pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

"Adapun, hasil lelang ikan di TPI pada hari ini (23/4) mencapai Rp350 juta atau setara 29 ton ikan. Kami memperkirakan produksi lelang ikan akan terus meningkat seiring dengan kondisi peraiaran laut yang cukup baik untuk aktivitas melaut," katanya.

Ia mengatakan dengan melimpahnya pasokan ikan di TPI menyebabkan harga sejumlah ikan turun.

Harga ikan lemuru semula Rp9 ribu per kilogram kini turun menjadi Rp8 ribu/ kilogram, layang semula Rp17 ribu turun Rp15 ribu/ kilogram, banyar semula Rp22 ribu/ kilogram turun Rp21 ribu/ kilogram, dan tongkol semula Rp19 ribu/ kilogram turun menjadi Rp17 ribu/ kilogram.

"Produksi ikan ini dijual ke sejumlah daerah seperti Jakarta, Bandung, Cirebon, Cilacap, dan Tangerang," katanya.

 
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar