Mudik Lebaran, Dharma Lautan Utama siapkan 40 kapal

id DLU, rakor solo

Mudik Lebaran, Dharma Lautan Utama siapkan 40 kapal

Presiden Direktur PT Dharma Lautan Utama Erwin H Poedjono (kiri) saat memberikan keterangan kepada wartawan (Foto: Aris Wasita)

Solo (ANTARA) - Perusahaan jasa transportasi PT Dharma Lautan Utama (DLU) menyiapkan sebanyak 40 unit kapal pada periode mudik Lebaran 2019 seiring dengan prediksi kenaikan jumlah penumpang dibandingkan tahun 2018.

"Prediksi kami ada kenaikan 20 persen jika dibandingkan tahun lalu. Berdasarkan data kami untuk tahun lalu sejak H-30 Lebaran jumlah penumpang mencapai 78.000 orang," kata Presiden Direktur DLU Erwin H Poedjono di sela rapat koordinasi di Hotel Sahid Jaya Solo, Senin.

Ia mengatakan untuk rute yang dilayani oleh DLU ada dua kriteria, yaitu lintasan penyeberangan pendek, seperti Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk serta lintasan panjang, yaitu Jawa-Kalimantan dan Jawa-Sulawesi.

Ia mengatakan untuk jumlah lintasan panjang yang dilayani oleh perusahaan tersebut sebanyak 26 rute dan penyeberangan pendek sebanyak 15 rute.

"Sesuai jadwal, untuk pelayanan ini akan kami lakukan selama 24 jam dan sesuai jadwal," katanya.

Sementara itu, sebagai persiapan untuk mengoptimalkan layanan penyeberangan, ia mengatakan saat ini ada beberapa kapal yang sedang dalam proses "docking" atau perbaikan dan pemeliharaan.

"Selain itu, dalam rakor ini kami juga memastikan sumber daya manusia (SDM) cukup, komplai terhadap peraturan, dan sesuai dengan kemampuan. Kami siapkan juga armadanya, harus siap sebelum masa angkutan Lebaran," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Anggota Komisi V DPR RI Bambang Haryo Soekarno mengimbau perusahaan tersebut agar optimal memberikan pelayanan kepada para pemudik selama periode Lebaran 2019.

"Karena bagi penumpang antarpulau tidak bisa menempuh perjalanan dengan jalur darat. Oleh karena itu, harapannya jangan sampai ada calon penumpang yang tidak bisa tertampung," katanya.

Selain itu, dikatakannya, dari sisi tarif agar lebih murah dari moda transportasi lain.

"Berikan pelayanan yang terbaik. Tarifnya harus murah, tidak seperti di moda transportasi lain yang ketika ada kesempatan justru menaikkan tarif setinggi-tingginya. Selain itu, juga harus 'zero accident'," katanya.



 
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar