Tunjukkan kartu JKN-KIS, peroleh banyak diskon

id bpjs kesehatan,kerja sama,diskon

Tunjukkan kartu JKN-KIS, peroleh banyak diskon

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang Agus Purwono (tengah, tangan mengepal) saat foto bersama dengan para stakeholder terkait usai penandatanganan kerja sama di Kantor BPJS Kesehatan Semarang, Senin. (Foto: Nur Istibsaroh)

Semarang (ANTARA) - BPJS Kesehatan Cabang Semarang terus berupaya meningkatkan pelayanan kepada para peserta tidak sekadar perlindungan kesehatan, tetapi juga dapat memanfaatkan kartu Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) untuk mendapatkan banyak diskon di sejumlah merchant.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang Agus Purwono di Semarang, Senin menyebutkan sejumlah merchant tersebut yakni Pesonna Hotel, Hotel Grasia, Hotel Noormans, Hotel Neo Candi, Laboratorium Prodia, Laboratorium Sarana Medika, Laboratorium Cito, dan Water Blaster.

Melalui penandatangan perjanjian kerja sama dengan seluruh pihak yang berlangsung di Kantor BPJS Kesehatan Semarang tersebut, Agus berharap dapat menjadi penyemangat bagi para peserta untuk rajin membayar iuran dan melunasi tunggakan iuran.

"Keaktifan kepesertaan JKN –KIS dapat dicek melalui website BPJS Kesehatan atau Aplikasi Mobile JKN yang dapat diunduh pada Play store untuk Android dan Apple Store untuk Apple," katanya.

Promo yang diberikan oleh Hotel Noormans berupa diskon 50 persen untuk kamar, Hotel Pesonna 50 persen untuk kamar dan alacarte Indonesian Favourites diskon 20 persen, Hotel Grasia diskon 50 persen untuk kamar dan 15 persen untuk restoran, Hotel Neo Candi harga special untuk superior room dan 10 persen Noodle Restaurant, Laboratorium Cito dan Sarana Medika 20 persen untuk Medical Cek up bentuk panel dan 10 persen untuk semua jenis pemeriksaan, Laboratorium Prodia 12 persen untuk Medical Cek up bentuk panel dan  10 persen untuk semua jenis pemeriksaan, serta Water Blaster potongan harga Rp20.000.

Terkait tunggakan belum membayar iuran, Agus mengakui masih cukup tinggi yakni per 31 Maret 2019 mencapai Rp55 miliar dari segmen peserta bukan penerima upah (PBPU) atau kategori kelas mandiri dengan rincian untuk wilayah Kota Semarang sebanyak Rp39,5 miliar dan Kabupaten Demak Rp15,8 miliar.

Menghadapi masih banyaknya iuran yang belum dibayarkan, Agus menambahkan untuk BPJS Kesehatan Cabang Semarang terus menambah channel pembayaran, mengirimkan sms blast,via telepon, hingga penagihan langsung ke rumah peserta melalui kader JKN.

"Begitu pada tanggal 10 bulan berikutnya belum membayar, maka secara sistem akan diblok dan tidak dapat digunakan. Setelah dibayar, baru kemudian aktif kembali," tambahnya.

Per April 2019, kepesertaan program JKN-KIS Kota Semarang telah mencapai 96,03% dan di Kabupaten Demak sebanyak 95,43% dari total penduduk yang ber KTP di masing-masing kabupaten/kota dengan total peserta mencapai 2.673.702 jiwa.

BPJS Kesehatan Cabang Semarang telah bermitra dengan 337 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang terdiri atas 64 puskesmas, 118 klinik pratama swasta, 97 dokter umum,  38 dokter gigi, 11 klinik pratama TNI/POLRI 9 klinik BUMN di Kota Semarang dan Kabupaten Demak.

BPJS Kesehatan Cabang Semarang juga telah bekerja sama dengan Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) yang terdiri atas 25 rumah sakit termasuk di dalamnya 3 klinik utama, 1 apotek obat kronis, serta 31 optik.
 
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar