Kalah dari Malaysia, Ihsan terhenti di 16 besar Lingshui China Masters

id ihsan

Kalah dari Malaysia, Ihsan terhenti di 16 besar Lingshui China Masters

Arsip - Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Ihsan Maulana Mustofa. (ANTARA/Puspa Perwitasari)

Jakarta (ANTARA) - Tunggal putra Indonesia Ihsan Maulana Mustofa harus terhenti langkahnya pada turnamen Lingshui China Masters 2019, Hainan, China, Kamis seusai dikalahkan wakil Malaysia Iskandar Zulkarnain.

Pada pertandingan yang berlangsung selama 1 jam 7 menit tersebut, unggulan pertama kejuaraan tersebut berdasarkan data dari BWF yang dipantau dari Jakarta menyerah dengan skor 21-14, 13-21, 9-21.

Ihsan mengawai pertandingan dengan cukup bagus karena langsung unggul 7-0 di gim pertama. Keunggulan ini terus bertahan meski sang lawan juga memberikan perlawanan. Pada gim pertama pemain asal Tasikmalaya ini unggul dengan skor 21-14.

Keadaan mulai berbalik pada paruh pertama gim kedua, ketika pemegang peringkat ke 40 BWF ini tertinggal tiga poin dengan angka 8-11. Keadaan tersebut tidak berubah banyak hingga akhir. Poin Ihsan ditahan pada angka 13 oleh lawannya yang menempati peringkat 125 dunia itu.

Gim ketiga berjalan cukup alot di awal dengan adanya kejar-kejaran satu-dua poin. Namun, di paruh pertama Ihsan kembali tertinggal dengan poin 9-11. Usai jeda, poin Iskandar terus melesat sedangkan Ihsan tidak menambah poin lagi hingga akhir permainan.

Ihsan menyusul pasangan ganda campuran Adnan Maulana dan Mychelle Chrystine Bandaso yang juga tersingkir dari turnamen tersebut setelah kalah dari ganda campuran Taiwan, Yang Ming-Tse dan Wu Ti Jung dalam tiga gim pertandingan 21-13, 20-22, 15-21.

Selang dua hari setelah Lingshui China Masters 2019 usai, Ihsan dijadwalkan akan kembali bertanding dalam Tong Yun Kai Cup 2019 yang digelar oleh Badminton Asia Confederation di Hongkong,19-24 Maret mendatang.

Baca juga: Pulih dari cedera, Ihsan merasa puas dengan performanya

Baca juga: Ihsan bangkit setelah tertinggal di set pertama dari Ryotaro

 

Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar