Menteri PUPR targetkan pembangunan tanggul rob Pekalongan selesai Desember

id Menetri PURR, tanggul Pekalongan

Menteri PUPR targetkan pembangunan tanggul rob Pekalongan selesai Desember

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengungkpakan bahwa pembangunan tanggul rob di Kota Pekalongan selesai akhir Desember 2019. (Foto Kutnadi)

Pekalongan (Antaranews) - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengungkapkan pembangunan tanggul rob Kota Pekalongan, Jawa Tengah, sesuai dengan kontrak pengerjaan proyek ditargetkan akhir Desember 2019 sudah bisa selesai.
     
"Secara keseluruhan pengerjaan tanggul ini sudah 60 persen. Kendati demikian untuk penutupan tanggul sudah selesai hanya tinggal menambah elevasi atau tinggi tanggulnya," kata Menteri PURR Basuki Hadimuljono di Pekalongan, Sabtu.
     
Menurut dia, pembangnan tanggul rob ini akan ditinggikan lagi 60 sentimeter dari kondisi sekarang 2,4 meter dan akan dipasang pompa penyedor air.
     
"Oleh karena, sesuai dengan kontrak pengerjaan proyek pembangunan tanggul ini bahkan dikatakan bisa lebih cepat," katanya.
     
Ia berharap pembangunan tanggul rob ini dapat bermanfaat untuk jangka waktu yang lama sehingga harus ditinggikan lagi. 
     
Adapun untuk pemasangan pompa, kata dia, direncanakan menggunakan pompa dengan kekuatan 10 kali dua meter kubik per detik.
     
"Pompa tersebut sedang dalam perjalanan lewat jalur laut menuju kemari (Kota Pekalongan). Tak hanya itu karena dekat dengan permukiman sebelah tanggul akan dibuat 'long storage' yang akan dipasang pompa tersebut," katanya.
     
Wali Kota Pekalongan Saelany Mahfudz mengaku senang dengan kunjungan Menteri PUPR ke lokasi proyek pembangunan tanggul rob di Kelurahan Kandang Panjang, Kecamatan Pekalongan Utara.
     
"Saya mengapresiasi kunjungan Menteri PURR ke kota ini. Saya berharap pembuatan tanggul ini bisa selesai tepat waktu dan menyelesaikan masalah rob di daerah," katanya.
     
Menurut dia, dengan dibangunnya tanggul rob ini maka Kota Pekalongan bisa menciptakan destinasi wisata yang baru yaitu wisata air. 
     
"Dengan memiliki potensi alam yang terbatas, tentu wisata air ini bisa disinergikan dengan Pusat Informasi Mangrove (PIM) Kota Pekalongan," katanya.
 
Pewarta :
Editor: Sumarwoto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar