Pemkot Solo terapkan retribusi elektronik di pasar

id Festival pasar tradisional

Pemkot Solo terapkan retribusi elektronik di pasar

Festival pasar tradisional yang diselenggarakan di Halaman Benteng Vastenburg (Foto: Aris Wasita)

Solo (Antaranews Jateng) - Pemerintah Kota Surakarta akan menerapkan elektronik retribusi (e-retribusi) di seluruh pasar tradisional di Kota Solo untuk menjaga transparansi anggaran.
 
"Jadi nanti pedagang tahu dia sudah berkontribusi berapa kepada daerah dan uangnya sudah digunakan untuk apa saja," kata Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo pada pembukaan Semarak Pasar Tradisional di Halaman Benteng Vastenburg Solo, Kamis.

Ia mengatakan dengan begitu pedagang tidak semena-mena ketika menuntut fasilitas, di sisi lain pedagang atau pelaku usaha yang kontribusinya besar juga tahu uang retribusi yang dibayarkannya dimanfaatkan untuk apa saja.

"Misalnya untuk membangun rumah sakit, jalan, atau saluran air. Mereka tahu semuanya," katanya.

Ia mengatakan saat ini e-retribusi tersebut sudah diterapkan di 14 pasar tradisional. Dalam waktu dekat ini harapannya 44 pasar tradisional di Kota Solo juga akan menikmati fasilitas serupa.

Mengenai sumbangan retribusi dari pasar tradisional yang masuk ke kas daerah, dikatakannya, sebesar Rp23 miliar/tahun.

"Meski demikian, untuk operasionalnya Pemkot Surakarta mengalokasikan anggaran lebih besar, yaitu Rp46 miliar. Tetapi di sini kami tetap mempertahankan (keberadaan pasar tradisional, red) karena sisi sosialnya lebih besar," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perdagangan Kota Surakarta Subagiyo mengatakan target penerapan e-retribusi di 44 pasar tersebut bisa selesai pada tahun 2020.

"Sedangkan hingga akhir tahun ini harapannya bisa bertambah 5 pasar lagi, jadi totalnya 19 pasar di tahun 2018 yang menerapkan e-retribusi," katanya.

Sementara itu, mengenai festival pasar tradisional bertema "Ragam Perdagangan dan Ragam Pasar Tradisional" yang dilaksanakan pada tanggal 15-17 November 2018 tersebut diikuti oleh 200 pelaku usaha yang menempati 150 stan.

"Dari total peserta ini 50 di antaranya merupakan pedagang pasar. Harapannya festival ini bisa meningkatkan kepopuleran pasar tradisional di kalangan masyarakat," katanya.
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar