Pangdam: TMMD harus tingkatkan kesejahteraan rakyat

id Pangdam, TMMD Batang

Pangdam: TMMD harus tingkatkan kesejahteraan rakyat

Panglima Kodam IV Diponegoro Mayor Jenderal TNI Wuryanto menandatangani prasasti peresmian jalan hasil TMMD didampingi oleh Kolonel Kav Dani Wardhana, Bupati Batang Wihaji, dan Kapolres Batang AKBP Edi Suranta Sinulingga (Foto: Kutnadi)

Batang (Antaranews Jateng) - Pangdam  Kodam IV Diponegoro Mayor Jenderal TNI Wuryanto mengatakan Program TNI Manunggal Masuk Desa harus bermanfaat bagi peningkatan perekonomian yang membawa kesejahteraan masyarakat desa.
 
"Apa pun yang dikerjakan oleh TNI bersama masyarakat harus bisa membawa manfaat bagi masyarakat, terutama untuk peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Saya yakin bersama rakyat maka TNI akan kuat," katanya saat menutup kegiatan TMMD Reguler ke-103 di Batang, Jawa Tengah, Senin.

Usai menutup kegiatan TMMD Reguler, Mayjen TNI Wuryanto juga meresmikan ruas jalan penghubung Desa Durenombo-Durensari sepanjang 2.359 meter.

Menurut dia, program TMMD Reguler di Desa Dureombo, Kabupaten Batang merupakan sebagian dari 50 pelaksanaan yang secara serentak ditutup hari ini (Senin).

 Demikian juga, kata Pangdam, dirinya mengapresiasi kebersamaan TNI bersama masyarakat Desa Durenombo dalam mewujudkan program pembangunan yang berdampak positif bagi kesejahtaeaan warga.

 Ia mengatakan infrastruktur jalan merupakan kebutuhan dasar masyarakat untuk meningkatkan roda perekonomian desa dan Desa Durenombo merupakan satu diantara ratusan desa di Jawa Tengan yang menginginkan TMMD dilaksanakan di desa setempat.

"Masih banyak desa yang belum tersentuh pembangunan (program TMMD) karena keterbatsan anggaran. Oleh karena perlunya kerja sama TNI dengan pemerintah dalam program TMMD," katanya.

 Bupati Batang Wihaji mengatakan dirinya menyampaikan ucapan terima kasih pada jajaran TNI yang telah bergotong royong bersama maayatakat membangun  desa. 

 "Saya atas nama kepala daerah berterimakasih dan merasa terharu melihat gotong royong elemen masyarakat terlibat bersama TNI dan Polri yang guyub rukun membangun desa dan rehab rumah tidak layak huni, serta [e;atihan cara membuat jamban dengan harga pembuatanya hanya Rp25 ribu," katanya.


 
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar