PLN terjunkan personil amankan listrik lokasi gempa Banjarnegara

id pln, listrik, gempa, banjarnegara

PLN terjunkan personil amankan listrik lokasi gempa Banjarnegara

Petugas PLN memperbaiki jaringan di lokasi gempa Banjarnegara. (Foto: Humas PLN)

PLN Area Purwokerto melakukan respon cepat dengan menerjukan personel untuk mengamankan jaringan listrik setelah terjadinya gempa berkekuatan 4,4 skala richter (SR) yang mengguncang sejumlah wilayah di Kabupaten Banjarnegara.

Manajer PLN Area Purwokerto Armunanto yang hadir di lokasi bencana menjelaskan di hari yang sama pascagempa, PLN langsung menerjunkan sejumlah personel ke lapangan untuk menyisir kerusakan jaringan.

"Dari tinjauan tim kami, di Desa Kertosari ditemukan 1 tiang miring dan kabel tegangan rendah di dua titik lepas, sehingga menyebabkan 65 pelanggan mengalami pemadaman aliran listrik. Kami langsung terjun ke lokasi untuk bersiaga dan memperbaiki jaringan," jelas Armunanto.

Sehari pascagempa, lanjut Armunanto, PLN juga telah menyiagakan total 26 personel yang terdiri dari tim teknik rayon, tim posko jaga Kalibening, tim pelayanan teknik, dan tim pemeliharaan 24 jam yang bertugas melakukan pengamanan sambungan rumah dan pemulihan jaringan yang masih padam.

"Sampai dengan saat ini, PLN telah berhasil mengamankan seluruh kWh meter dan kabel sambungan rumah pada bangunan yang roboh, di semua desa terdampak bencana," katanya.

Meskipun dari segi kerusakan aset tidak terlalu parah, Armunanto mengaku pemulihan aliran listrik sempat terkendala keadaan tanah yang masih labil. Namun, secara keseluruhan tidak ada kerusakan yang signifikan pada jaringan tegangan rendah.

"Saat penyalaan, sempat terganggu kondisi tanah yang masih belum stabil. Tapi semua sudah bisa diatasi dan pada Kamis (19/4) pukul 13.30 WIB, secara keseluruhan listrik telah berhasil dipulihkan dan PLN Area Purwokerto tetap siaga 24 jam mengamankan jaringan," jelas Armunanto.

Gempa berkekuatan 4,4 SR di Banjarnegara pada Rabu (18/4) pukul 13.28 WIB yang berpusat di sebelah utara Kebumen dengan kedalaman 4 kilometer tersebut mengakibatkan beberapa desa terdampak gempa paling parah yakni Desa Kertosari dengan jumlah kerusakan 62 rumah; Desa Kasinoman dengan jumlah kerusakan 217 rumah; dan Desa Plorengan dengan kerusakan 37 rumah dengan total korban berjumlah 32 orang, terdiri dari dua korban meninggal dunia dan 30 orang luka ringan/berat.
Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar