Manajemen tunjuk Jafri Sastra arsiteki Persis

id pelatih baru,persis solo

Manajemen tunjuk Jafri Sastra arsiteki Persis

Pelatih baru Persis Solo, Jafri Sastra (dua dari kanan) didampingi Sekjen Persis Solo Dedy M Lawe (dua dari kiri) saat memberikan keterangan persiapan Persis Liga 2 Indonesia 2018, di Solo, Rabu (14/3). (Foto: Bambang Dwi Marwoto)

Solo (Antaranews Jateng) - Mantan pelatih Liga 1 Mitra Kukar, Jafri Sastra, menjadi pilihan manajemen untuk mengarsiteki Persis Solo dalam persiapan mengikuti Liga 2 Indonesia 2018 yang rencananya digelar pada April mendatang.

"Pelatih Jafri Sastra yang sering meracik tim-tim di Liga 1 Indonesia ini, menjadi pilihan utama untuk mengisi sebagai pelatih kepala Persis Solo untuk kompetisi tahun ini," kata Sekretaris Jenderal Persis Solo, Dedy M Lawe, saat acara pengenalan tim pelatih baru Persis, di Solo, Rabu.

Jafri Sastra sudah dikenal menjadi pelatih tim-tim di Liga 1 Indonesia seperti Semen Padang dan Mitra Kukar itu menjadi skuat baru tim pelatih di Persis Solo yang kosong setelah ditinggalkan pelatih lama Freddy Mulli.

Menurut Dedy M Lawe, dipilihnya pelatih Jafri Sastra salah satunya sesuai regulasi dari PSSI menyangkut lisensi kepelatihan yang dipegang A. Persis ingin menapak semangat maju ke depan Liga 1 harus memegang lisensi A.

Selain itu, pihak menajemen Persis juga mempelajari prestasi pelatih saat menangani tim-timnya sebelumnya di Liga 1, dan Jafri Sastra sudah mengenal karakter Tim Persis Solo, sehingga akan mudah melakukan adaptasi.

Pihak manajemen berharap dengan adanya pelatih baru Jafri Sastra yang dibantu dengan asisten pelatih, I Komang Putra dan Hariyadi, segera mampu beradaptasi dengan Persis yang sekarang sudah diperkuat sebanyak 22 pemain, karena Persis segera mengikuti kompetisi Liga 2 Indonesia yang diperkirakan digelar pada bulan depan.

Pelatih Persis Solo Jafri Sastra mengatakan dirinya menerima tawaran untuk melatih tim Liga 2 Persis Solo, karena mempunyai penasaran tersendiri. Persis Solo kenapa selalu kesulitan naik kasta dari Liga 2 ke 1 sejak dahulu hingga sekarang.

"Persis Solo ini, sangat menarik. Kenapa Persis selalu gagal naik ke level utama liga Indonesia. Padahal, Persis yang didukung suporter Pasoepati yang luar biasa. Saya kira ini, hanya menjadi mimpi saya, tetapi sekarang hadir di Solo untuk menangani Persis," kata Jafri asal Payakumbuh, Sumatera Barat, kelahiran 23 Mei 1965.

Namun, kata Jafri yang terpenting sekarang manajemen dan masyarakat di Solo mempunyai ambisi Tim Persis agar bisa berprestasi. Hal ini, tantangan yang harus dihadapi dengan dukungan semua pihak dan doa, Persis bisa berpretasi ke depan.

Jafri Sastra mengatakan pihaknya langsung bekerja dengan mempelajari karakter masing-masing pemain untuk membangun sebuah tim yang kuat. Dengan kekuatan tim yang ada, Jafri belum bisa melakukan evaluasi dan hal itu masih perlu waktu melaksanakan latihan bersama terlebih dahulu.

"Kami akan melihat terlebih dahulu sesi latihan secara individu, unit, dan tim baru dapat diketahui apa yang perlu dievaluasi," kata Jafri.
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar