Ganjar-Yasin yakin Boyolali jadi lumbung suara Pilgub

id Ganjar Yasin,deklarasi Boyolali

Ganjar-Yasin yakin Boyolali jadi lumbung suara Pilgub

Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Jateng Ganjar Pranowo-Taj Yasin Maimoen berjabat tangan dengan pengurus partai saat Deklarasi kemenangan Ganjar-Yasin di Panti Marhen Boyolali, Minggu. (Foto: Bambang Dwi Marwoto)

Boyolai (Antaranews Jateng) - Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Ganjar Pranowo dan Taj Yasin Maimoen yang didukung PDIP, Golkar, NasDem, PPP, dan Demokrat, menyakini Kabupaten Boyolali dapat menjadi salah satu lumbung suara dalam Pemilihan Gubernur Jawa Tengah 2018.

"Pasangan Ganjar-Yasin yang diusung oleh PDI P, dan didukung Golkar, NasDem, Demokrat dan PPP, kini makin bertambah lagi ada Hanura yang bergabung akan makin solid," kata Calon Wakil Gubernur Jateng nomor urut 1, Taj Yasin Maimoen di sela acara deklarasi pasangan calon Ganjar-Yasin di Pantin Marhen Boyolali, Minggu.

Menurut Taj Yasin Maimoen dirinya melihat di Boyolali ada pelangi yang berwarna warni di langit merupakan ciptaan Tuhan dan bukan kehendak orang. Artinya, pasangan calon Ganjar-Yasin yang didukung berbagai warna ini, bukan orang yang menghendaki tetapi kehendak Tuhan Yang Maha Esa.

"Kami berharap Boyolali menjadi salah stau lumbung suara bagi pasangan Ganjar-Yasin. Kami menjaga kampanye dengan damai agar Pilgub Jateng tidak ada perpecahan. Kami ingin bekerja untuk masyarakat agar makin sejahtera," kata Yasin.

Yasin mengatakan partai dengan warna hijau tersebut merupakan partai religi tetapi jangan diragukan nasionalismennya. Dirinya mewakili dari religi, sedangkan pak Ganjar dari nasionalis, sehingga Jateng berkeinginan menjadi pelopor untuk ketahanan NKRI.

"Negara ini, ingin dipecah-pecah, yang nasionalis dibenturkan dengan religi. Padahal, negara ini bisa merdeka karena kerja sama antara nasionalis dengan religi. Kami tetap berharap Boyolali menjadi lumbung suara bagi Ganjar-Yasin," kata Yasin.

Calon Gubernur Jateng No.1, Ganjar Pranowo mengatakan dirinya saat acara Gubernur mengajar pernah ditanya oleh seorang siswa apakah pak Gubernur korupsi atau tidak. Bagaimana jawabannya, Ganjar meminta untuk membaca tulisan dari sebuah pengakuan orang yang membagi uang menyebutkan Ganjar setiap dikasih menolak dan mengembalikan uang itu.

"Satu per satu fitnah kepada dirinya itu, mulai terungkap," kata Ganjar.

Kendati demikian, Ganjar meminta pedukungnya jangan fitnah dan berbuat sara. Dirinya terus melakukan komunikasi dengan pendukungnya  untuk mengamankan kemenangan Pilgub Jateng tersebut.

"Saya yakin Boyolali makin solid, dan saya lebih memperhatikan rakyat," kata Ganjar.

Ganjar mengatakan soal program kerjanya ada beberapa yang memang diteguhkan sekarang, antara lain salah satunya menyakinkan masyarakat bahwa pelaksanaan Pemerintah Provinsi Jateng bersih, penuh dengan intergritas ini, penting. Pemprov Jateng secara berturut-turut berhasil mendapatkan penghargaan dari KPK terkait pengelolaan gratifikasi dan laporan yang terbaik. Hal ini, bisa menjadi modal untuk membangun percepatan di daerahnya.

Menyinggung soal kartu tani, Ganjar mengatakan kartu itu, pertama dilaksanakan di Jateng dan sekarang dinasionalkan, karena di dalamnya mengetahui data petani, luas lahannya, ditanami apa dan kebutuhan pupuknya. Jika hal ini, dapat dihitung dengan baik, maka petani tidak ada kelangkaan pupuk dan ketahanan dan kedauatan pangan bisa tercapai.

"Coba bisa dicek apakah ada penyelewengan pupuk di Jateng selama dua tahun terakhir ini," kata Ganjar. 
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar