Puluhan warga Temanggung keracunan

id warga temanggung, keracunan,makanan

Puluhan warga Temanggung keracunan

Salah seorang pasien diperiksakan di Puskesmas Pringsurat Kabupaten Temanggung diduga keracunan, Jumat (29/12/2017). (Heru Suyitno)

Karena waktu dan tempat kejadian sama, kemungkinan mereka keracunan setelah menyantap makanan di hajatan tersebut.
Temanggung, (Antaranews Jateng) - Puluhan warga Dusun Pingit Lawang dan Durenan, Desa Pingit, Pringsurat, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, dilarikan ke Puskesmas setempat diduga mengalami keracunan makanan.

Dokter Puskesmas Pringsurat Anis Mustaghfirin, di Temanggung, Jumat, mengatakan sejak Jumat pagi puluhan pasien yang diduga keracunan tersebut berdatangan ke puskesmas kerena mengeluh pusing, mual, muntah, dan diare.

Ia mengatakan berdasarkan informasi dari sejumlah pasien yang datang mereka pada Kamis (28/12) malam habis makan di sebuah hajatan salah satu warga Desa Pingit.

"Karena waktu dan tempat kejadian sama, kemungkinan mereka keracunan setelah menyantap makanan di hajatan tersebut. Namun, kami belum bisa menyimpulkan apakah mereka keracunan atau karena makanan yang dimakan kurang bersih," katanya.

Ia mengatakan hingga sekarang tidak ada pasien yang diduga keracunan tersebut menjalani rawat inap, semua pasien setelah diperiksa dan diberi obat langsung bisa pulang.

Guna mengetahui penyebab kejadian tersebut, petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung mengambil sampel makanan di lokasi hajatan untuk diuji di laboratorium.

Ketua RT 01 Dusun Pingit Lawang, Paryono menuturkan sekitar 40 orang warganya mengalami gejala pusing, mual, dan diare setelah menghadiri hajatan di salah satu warga.

"Mereka mengalami gejala tersebut sejak tadi malam hingga pagi ini, kemudian mereka periksa ke dokter maupun puskesmas, tetapi mereka hanya menjalani rawat jalan," katanya.

Ia menyebutkan selain warga Pingit Lawang, sejumlah warga Dusun Durenan yang merupakan famili dari yang punya hajatan juga mengalami hal yang sama.
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar