Logo Header Antaranews Jateng

Vaksinasi anak 6-11 tahun di Boyolali capai 56,4 persen

Selasa, 4 Januari 2022 13:39 WIB
Image Print
Petugas medis Dinkes Boyolali melaksanakan vaksinasi untuk anak usia 6-11 tahun di SD Negeri 1 Boyolali. ANTARA/Bambang Dwi Marwoto

Boyolali (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah menyebutkan vaksinasi COVID-19 terhadap anak usia 6-11 tahun di daerah itu mencapai 56,4 persen dari target 96.100 sasaran.

Kepala Dinas Kesehatan Boyolali Puji Astuti di Boyolali, Selasa, mengatakan mereka yang telah disuntik vaksin COVID-19 merek Sinovac dosis pertama berjumlah 54.202 anak atau sekitar 56,4 persen dari total target 96.100 anak.

"Kami terus melakukan percepatan vaksinasi untuk anak usia 6-11 tahun melalui puskesmas-puskesmas yang tersebar di 22 kecamatan di Boyolali sehingga diharapkan dosis satu bisa selesai pada pertengahan Januari ini," kata dia.

Baca juga: 25.541 anak 6-11 tahun di Solo sudah terima vaksinasi

Vaksinasi anak usia 6-11 tahun di Boyolali pada Selasa ini, menargetkan 2.596 sasaran tersebar di 18 tempat di tujuh kecamatan, yakni Cepogo 337 sasaran, Nogosari (235), Andong (384), Ampel (411), Ngemplak (575), Gladagsari (207), dan Kemusu (447).

"Vaksinasi dilaksanakan saat anak-anak sekolah di Boyolali melaksanakan pembelajaraan tatap muka (PTM), sehingga mempercepat kegiatan vaksin dan berjalan lancar. Anak-anak sekolah di Boyolali liburan semester seharusnya 18 Desember 2021, tetapi diundur mulai Jumat (10/1) hingga tanggal 17 Januari mendatang," katanya.

Dia mengatakan vaksinasi dosis pertama di Boyolali hingga saatg ini sudah mencapai 795.148 sasaran atau sekitar 95,14 persen dari target 835.772 sasaran.

Vaksinasi dosis kedua di Boyolali mencapai 665.930 sasaran atau sekitar 79,69 persen dan dosis ketiga 6.328 sasaran atau sekitar 0,76 persen.

Kendati demikian, Dinkes Boyolali tetap berharap masyarakat tidak boleh lengah menjaga protokol kesehatan, terutama saat keluar rumah meski kasus COVID-19 di daerah itu sudah reda dan kondisinya membaik.

Dia mengatakan kasus aktif COVID-19 di Boyolali masih tiga pasien, yakni dua kasus menjalani perawatan di rumah sakit dan satu lainnya isolasi mandiri karena tanpa gejala.

"Kasus aktif ini, ada tambahan satu yang baru yakni seorang laki-laki usia 50 tahun asal Kecamatan Teras, ada benjolan di hidung kemudian dirujuk ke RSUD Moewardi Solo saat persiapan tindakan cek PCR hasil positif, sehingga Dinkes saat ini, akan melakukan 'tracing' (pelacakan) ke keluarga pasien di Teras Boyolali," katanya.

Baca juga: Pemkab Temanggung genjot vaksinasi anak 6-11 tahun
Baca juga: Bupati Batang targetkan vaksinasi anak selesai Januari 2022



Pewarta:
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026