Mahasiswa UNS raih penghargaan inovasi yogurt

id UNS, yogurt kedelai,inovasi yogurt

Mahasiswa UNS raih penghargaan inovasi yogurt

Yogurt kedelai buatan mahasiswa UNS. ANTARA/dokumentasi pribadi

Solo (ANTARA) - Tiga mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta meraih penghargaan tingkat nasional karena berhasil menginovasi yogurt kedelai dengan ekstrak parijoto.

"Kami berhasil meraih juara dua pada ajang Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional (LKTIN) Agritech Exhibition yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin Makassar," kata salah satu mahasiswa Arifin Septiyanto di Solo, Kamis.

Produk tersebut berawal dia bersama kedua temannya, Davena Salsabilla dari Prodi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan Nor Isnaeni Dwi Arist dari Prodi Agroteknologi Fakultas Pertanian (FP), ingin memanfaatkan potensi alam sekitar.

"Saya kebetulan berasal dari Kudus. Awalnya karena saya melihat potensi daerah saya, yaitu di sana banyak tanaman parijoto," kata mahasiswa dari Pendidikan IPA FKIP ini.

 Selama ini buah dari tanaman tersebut hanya dimanfaatkan secara terbatas, yaitu dikonsumsi langsung oleh wanita yang sedang menjalani program kehamilan dan digunakan sebagai bahan sirup. Oleh karena itu, ia berinisiatif memanfaatkan ekstrak parijoto dan diolah dengan susu kedelai untuk kemudian dijadikan yogurt kedelai.

"Saya pilih susu kedelai karena kandungan vitamin pada susu kedelai itu lebih tinggi dibandingkan susu sapi. Selain itu juga gampang dicari, saya bisa bekerja sama dengan produsen susu kedelai," katanya.

Baca juga: Harga kedelai impor melonjak akibat pandemi COVID-19

Baca juga: Petani diminta waspadai penyakit karat daun pada tanaman kedelai


Selanjutnya, kedua bahan tersebut difermentasi dengan menggunakan yogurt tawar baru kemudian bisa dikonsumsi.

Setelah melewati uji coba, termasuk uji pasar, banyak orang yang suka dengan produk tersebut. Menurut dia, dari uji organoleptik dengan melibatkan beberapa orang diperoleh indeks 4,89 dari skala 1--5.

"Artinya ini layak dipasarkan. Meski demikian, kami belum berani untuk mengomersialkan," katanya.

Sebelum dikomersialkan, akan ada penyempurnaan terlebih dahulu terhadap produk tersebut.

"Kami cari komposisi yang sesuai dulu sebelum dikomersialkan agar konsumen juga merasa puas dengan produk kami ini," katanya.
Pewarta :
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar