Petani diminta waspadai penyakit karat daun pada tanaman kedelai

id kedelai,Penyakit karat daun, isi kedelai kosong, petani banyumas

Petani diminta waspadai penyakit karat daun pada tanaman kedelai

Beberapa sampel daun kedelai yang terserang infeksi virus. Dok. Humas IPB/Dr. Yunita Fauziah Rahim

Purwokerto (ANTARA) - Akademisi dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Ponendi Hidayat mengingatkan petani untuk waspadai penyakit karat daun pada tanaman kedelai yang biasanya banyak terjadi pada musim hujan.

Ponendi Hidayat yang merupakan dosen Fakultas Pertanian Unsoed tersebut mengatakan penyakit karat daun kerap menyerang tanaman kedelai pada musim hujan dengan tingkat kelembaban tinggi.

"Biasanya saat musim hujan, spora penyebab karat daun akan berkembang dan menyebar," katanya di Purwokerto, Minggu.

Baca juga: Purbalingga kembangkan tanaman kedelai 10.000 hektare

Dia mengatakan ciri tanaman yang terserang karat daun biasanya akan timbul bintik kecokelatan di bawah permukaan daun.

Kondisi tersebut, kata dia, dapat mengakibatkan daun menjadi kering dan rontok serta biji kedelai akan menjadi kosong.

"Penyakit ini akan menganggu produktivitas tanaman sehingga akan merugikan petani," katanya.

Untuk itu, kata dia, para petani perlu waspada dan selalu menggunakan benih unggul serta melakukan pemantauan secara berkala.

Selain itu, kata dia, petani diimbau untuk selalu menjaga sanitasi dan menjaga kondisi area tanaman agar tetap dalam kondisi baik.

"Untuk upaya penanggulangan jika tanaman terlanjur terserang penyakit karat daun, salah satunya adalah dengan menggunakan fungisida," katanya.

Pada saat ini, kata dia, banyak terdapat jenis fungisida di pasaran untuk menanggulangi penyakit karat daun pada tanaman kedelai.

"Namun penyemprotan fungisida harus sesuai aturan, hal ini harus menjadi perhatian oleh para petani kedelai," katanya.

Sementara itu, dia juga mengatakan tanaman kedelai sangat potensial untuk dikembangkan.

"Pasalnya tanaman kedelai ini tidak banyak menuntut persyaratan tertentu, yang penting adalah kebutuhan air mencukupi, dan lebih baik ditanam di dataran rendah karena jika ditanam di dataran tinggi maka fotosintesisnya kurang optimal," katanya.

Kendati demikian, tambah dia, selain membutuhkan wilayah yang luas, pengembangan tanaman kedelai juga membutuhkan keseriusan seluruh pihak.

"Potensi pengembangan kedelai dengan luasan tanah yang cukup besar perlu di dukung keseriusan seluruh pemangku kepentingan, baik petani hingga pemerintah, dari mulai sarana hingga prasarana," katanya.

Baca juga: Akademisi: Manfaatkan Musim Kemarau untuk Tanam Kedelai

Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar