Inflasi di Purwokerto dan Cilacap lebih tinggi dari nasional

id bi purwokerto,inflasi juni

Inflasi di Purwokerto dan Cilacap lebih tinggi dari nasional

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto Samsun Hadi.(ANTARA/Sumarwoto)

Purwokerto (ANTARA) - Inflasi di Purwokerto dan Cilacap pada bulan Juni lebih tinggi dari inflasi di Jawa Tengah maupun nasional yang masing-masing tercatat sebesar 0,20 persen dan 0,18 persen, kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto Samsun Hadi.

"Pada bulan Juni 2020, inflasi di Purwokerto tercatat sebesar 0,40 persen, sedangkan di Cilacap sebesar 0,28 persen," katanya dalam keterangan pers di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Kamis.

Dia mengakui inflasi bulan Juni 2020 di Purwokerto lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 0,19 persen, sedangkan di Cilacap lebih rendah jika dibandingkan dengan bulan Mei yang tercatat sebesar 0,29 persen.

Baca juga: BPS: Inflasi Jateng tiga bulan terakhir naik

Kendati demikian, dia mengatakan inflasi di Purwokerto dan Cilacap pada bulan Juni 2020 yang merupakan periode pasca-Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah dan masa persiapan era normal baru itu masih terkendali dan berada dalam rentang sasaran inflasi nasional tahun 2020 yang sebesar 3 persen plus minus 1 persen.

Lebih lanjut, Samsun mengatakan inflasi bulan Juni 2020 di Purwokerto terutama bersumber dari peningkatan harga komoditas pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau, transportasi, serta perlengkapan dan pemeliharaan rutin rumah tangga.

"Kelompok makanan, minuman dan tembakau memberikan andil inflasi sebesar 0,21 persen, terutama bersumber dari komoditas daging ayam ras, telur ayam ras, dan beras. Inflasi kelompok makanan, minuman, dan tembakau tertahan oleh penurunan harga pada beberapa komoditas makanan, antara lain bawang putih, nangka muda, gula pasir, jeruk, dan minyak goreng. Andil inflasi juga didorong oleh peningkatan harga pada kelompok transportasi yang bersumber dari angkutan antarkota, mobil, dan tarif kendaraan roda dua (ojek) 'online'," katanya.

Menurut dia, inflasi bulan Juni 2020 di Cilacap juga didorong oleh kenaikan harga komoditas pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau.

Selain itu, kata dia, biaya kesehatan serta perlengkapan dan pemeliharaan rutin rumah tangga juga mendorong inflasi bulan Juni di Cilacap.

"Kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil sebesar 0,17 persen yang utamanya bersumber pada peningkatan harga daging ayam ras, telur ayam ras, dan jeruk. Sementara kelompok kesehatan memberikan andil sebesar 0,06 persen, utamanya bersumber dari peningkatan harga pada tarif rumah sakit. Laju inflasi di Cilacap tertahan oleh penurunan harga beras, bawang putih, bawang merah, dan udang basah serta dari kelompok 'core', komoditas gula pasir juga tercatat mulai mengalami penurunan harga," katanya.

Terkait dengan prediksi inflasi pada bulan Juli 2020, Samsun mengatakan Purwokerto diperkirakan akan mengalami inflasi dalam rentang 0,05 persen sampai dengan 0,25 persen yang bersumber dari peningkatan harga beberapa komoditas makanan seperti beras dan telur ayam ras.

Sementara itu, kata dia, laju inflasi diperkirakan akan tertahan dengan masih terkendalinya harga beberapa komoditas bahan makanan strategis seperti bawang putih, bawang merah, dan aneka cabai seiring dengan pasokan yang mencukupi.

"Sedangkan di Cilacap, pada Juli 2020 diperkirakan mengalami inflasi dalam rentang 0,10 persen sampai dengan 0,30 persen. Sumber tekanan inflasi terutama berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau serta kelompok kesehatan seiring dengan meningkatnya konsumsi masyarakat menjelang Lebaran Haji dan pemberlakuan normal baru oleh pemerintah," katanya. 
Pewarta :
Editor: Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar