Pelari Inggris ini utamakan kesehatan daripada Olimpiade

id Desiree Henry,Pelari Inggris,Olimpiade Tokyo,covid 19,utamakan kesehatan

Pelari Inggris ini utamakan kesehatan daripada Olimpiade

Atlet Team GB Desiree Henry berlatih di lapangan golf di Edmonton, menyusul penyebaran penyakit virus korona (COVID-19) di London, Britain, Minggu (26/4/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Tom Jacobs/wsj/cfo

Jakarta (ANTARA) - Pelari Inggris Desiree Henry mengaku akan lebih mengutamakan kesehatannya beserta keluarganya dari pada penampilannya di Olimpiade Tokyo tahun depan apabila pandemi COVID-19 belum berakhir.

Perempuan berusia 24 tahun itu pun mengajak seluruh atlet di dunia agar tidak mengorbankan kesehatannya masing-masing demi Olimpiade Tokyo yang baru akan digelar pada Juli hingga Agustus tahun depan.

“Kami bukan sekedar atlet yang ingin menghibur banyak orang. Kami juga manusia yang punya keluarga dan kehidupan yang harus dijalani. Saya ingin semua atlet sehat. Tahun depan, kalau pandemi ini belum berakhir, saya akan tetap mengutamakan kesehatan diri sendiri karena saya punya keluarga,” kata Henry dikutip dari laman Reuters.

Baca juga: Corona masih mengganas, kejuaraan atletik Eropa dibatalkan

“Saya akan mengundurkan diri, karena saya tidak mau mengorbankan diri demi sebuah kompetisi olahraga. Saya ingin mengajak seluruh atlet untuk memikirkan hal-hal selain olahraga. Ingatlah selalu bahwa atlet juga manusia, yang dicintai oleh masyarakat dan keluarganya sendiri,” sambung Henry.

Sementara itu, akibat aturan lockdown di Inggris yang mewajibkan agar tempat-tempat olahraga ditutup, peraih medali perunggu Olimpiade Rio de Janeiro 2016 itu pun diminta supaya tetap melakukan latihan sehari-hari di sebuah lapangan golf di London.

Baca juga: Kejuaraan dunia atletik mundur ke Juli 2022 agar tak bentrok Olimpiade

Lebih lanjut, dia mengaku tak khawatir apabila nantinya tidak bisa tampil maksimal di Olimpiade Tokyo. Menurut dia, penundaan Olimpiade itu pasti juga membuat banyak atlet lain terpukul, terutama jika menjadi turnamen terakhir mereka sebelum pensiun.

“Penundaan Olimpiade Tokyo akan terasa berat bagi atlet-atlet yang hendak pensiun. Mereka pasti ingin mencetak prestasi besar untuk terakhir kalinya. Sedangkan saya masih muda dan saya tidak mau berpikir terlalu jauh. Saya masih bisa meningkatkan potensi diri,” pungkas Henry.

Baca juga: Atletik Dunia tangguhkan kualifikasi Olimpiade sampai Desember
Baca juga: Kejuaraan dunia atletik digelar saat musim panas 2022

 


 

Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar