Legislator minta masyarakat harus rasakan manfaat kawasan wisata nasional

id masyarakat, rasakan kawasan wisata nasional

Legislator minta masyarakat harus rasakan manfaat kawasan wisata nasional

Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syarief Abdullah Alkadrie. ANTARA/Heru Suyitno

Magelang (ANTARA) - Masyarakat di sekitar pembangunan kawasan wisata nasional harus bisa merasakan manfaat dari keberadaan proyek tersebut, kata Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syarief Abdullah Alkadrie.

"Selain itu, bagaimana kawasan ini betul-betul menjadi milik semua pihak, baik  kabupaten, provinsi maupun nasional sehingga merasakan kawasan wisata nasional itu menjadi milik bersama," katanya di Magelang, Jawa Tengah, Kamis.

Ia menyampaikan hal tersebut kepada wartawan usai kunjungan spesifik Komisi V DPR RI dalam rangka peninjauan infrastruktur dan transportasi ke Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur di Kabupaten Magelang.

Baca juga: Penyebaran virus corona tak berdampak signifikan pada kunjungan wisata di Jateng

Ia menuturkan pada zaman Orde Baru ada bagi hasil atau sharing pendapatan dari pusat kepada pemerintah daerah dari Candi Borobudur. Hal tersebut menjadi salah satu perhatian Komisi V DPR RI dalam kunjungan di Kabupaten Magelang.

"Dulu zaman Orde Baru ada bagi hasil, tetapi sekarang karena ini dikelola oleh pusat, perusahaan negara, tentu ini menjadi perhatian yang harus kami sampaikan kepada BUMN, bagaimana ada sharing hasil," katanya.

Bagi hasil tersebut sebagaimana dalam migas, katanya, daerah semestinya mendapatkan bagi hasil sehingga merasa memiliki dan ikut bertanggung jawab.

Politisi Partai Nasdem ini mengatakan jika nanti ada hitung-hitungannya, stakeholder yang membidangi di Komisi VI.

"Saya tidak bisa mengatakan idealnya berapa bagi hasil tersebut, tentu ada hitung-hitungannya dan ini baru saran. Nanti mungkin stakeholder di Komisi VI," katanya.

Syarif mengatakan kunjungan ke kawasan Borobudur tersebut dalam rangkaian percepatan kawasan KSPN. Hal ini mengingat Borobudur menjadi kawasan wisata nasional. 

Baca juga: Jateng gencar promosi wisata ke Timur Tengah antisipasi turunnya wisman
Baca juga: Pemandu wisata Kota Semarang dilatih bahasa Mandarin
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar