Kudus alokasikan dana tanggap darurat bencana Rp2 miliar

id dana bencana kudus,tanggap darurat,kudus alokasi dana bencana

Kudus alokasikan dana tanggap darurat bencana Rp2 miliar

Personel BPBD Kabupaten Kudus tengah mendirikan tenda siaga bencana alam di Alun-alun Kudus, Jawa Tengah. ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif

Kudus (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menyiapkan anggaran belanja tidak terduga yang disiapkan untuk tanggap darurat bencana alam maupun sosial sebesar Rp2 miliar melalui APBD 2020.

"Pada tahun 2019, alokasi dana serupa juga disiapkan, meskipun hingga akhir tahun anggaran tidak ada kasus bencana yang memaksa harus menggunakan dana tersebut," kata Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Kudus Eko Djumartono di Kudus, Rabu.

Ia mengungkapkan penggunaan dana tersebut harus melalui beberapa tahapan dan ada pertanggungjawabannya.

Baca juga: Tiga Daerah Banjir di Jateng Peroleh Dana Bencana

Jika hendak digunakan untuk penanganan bencana alam, maka harus ada surat keputusan (SK) status tanggap darurat bencana dari kepala daerah.

Selanjutnya, kata dia, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat membuat rencana anggaran belanja, kemudian baru bisa dicairkan.

"Kabupaten Kudus pernah mencairkan dana tidak terduga saat terjadi bencana tanah longsor di Desa Rahtawu, guna pembangunan jembatan yang terputus," ujarnya.

Selain untuk pembangunan fisik, dana tidak terduga tersebut juga bisa digunakan untuk pemenuhan kebutuhan logistik bagi korban bencana.

Pelaksana tugas Bupati Kudus M. Hartopo mengingatkan dalam rangka mengantisipasi ketika ada bencana alam, di beberapa daerah rawan bencana banjir telah disiapkan lokasi yang nantinya dijadikan tempat pengungsian.

Salah satunya, di Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kudus, sudah disiapkan oleh pemerintah desanya meskipun saat ini belum ada bencana banjir.

Persiapan lainnya, yakni menyiapkan dapur umum, kebutuhan logistik serta tim medis.

"Daerah rawan bencana alam perlu diidentifikasi. Warga Kudus juga kami imbau untuk ikut menjaga, terutama di daerah rawan banjir dan tanah longsor," ujarnya.

Berdasarkan peta rawan bencana, untuk daerah rawan bencana tanah longsor yakni tersebar sejumlah desa, meliputi Desa Rahtawu, Menawan, Jurang, dan Kedungsari (Kecamatan Gebog), Desa Terban (Kecamatan Jekulo), serta Desa Soco, Ternadi, Japan, Kuwukan, Puyoh, Colo, Dukuh Waringin, dan Cranggang (Kecamatan Dawe).

Sementara daerah yang rawan bencana banjir yakni tersebar di sejumlah desa yang tersebar di empat kecamatan, yakni Kecamatan Kaliwungu, Undaan, Jekulo, dan Mejobo.

Untuk desa yang berpotensi terjadi banjir bandang, yakni Desa Karangbener, Pedawang, Ngembalrejo, panjang, Bae, Dersalam (Kecamatan Bae), Desa Megawon dan Tumpangkrasak (Kecamatan Jati), serta Desa Rendeng, Nganguk, Mlati Lor, Langgar Dalem, kerjasan dan Damaran (Kecamatan Kota).

Baca juga: Dana habis, Demak kehabisan logistik bencana
Baca juga: BPBD Salurkan Dana Bencana Rp8,7 Miliar
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar