Dirut BPJS Kesehatan pantau penerapan registrasi daring di FKTP Purwokerto

id BPJS Kesehatan,registrasi online

Dirut BPJS Kesehatan pantau penerapan registrasi daring di FKTP Purwokerto

Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris (dua dari kiri) saat memantau proses verifikasi registrasi daring melalui aplikasi Mobile JKN di loket pendaftaran Klinik Pratama Amanda, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (3/1/2020), yang merupakan fasilitas kesehatan tingkat pertama. ANTARA/Sumarwoto

Purwokerto (ANTARA) - Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Fachmi Idris memantau penerapan registrasi daring/online melalui aplikasi Mobile JKN di salah satu fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Dalam pantauan tersebut, Fachmi yang didampingi Ketua Umum Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia (Persi) Kuntjoro Adi Purjanto mengunjungi Klinik Pratama Amanda di Jalan Martadireja, Purwokerto, Jumat.

Selama di Klinik Pratama Amanda, dia mengamati proses verifikasi registrasi daring yang telah dilakukan oleh pasien di loket pendaftaran.

Baca juga: RSMS Purwokerto dijadikan percontohan integrasi sistem informasi dengan BPJS Kesehatan

Selain itu, dia juga berkesempatan berdialog dengan sejumlah pasien yang telah melakukan registrasi daring melalui aplikasi Mobile JKN.

Saat menggelar konferensi pers di Klinik Pratama Amanda, Fachmi mengatakan BPJS Kesehatan memiliki komitmen untuk memberikan pelayanan yang makin baik pada tahun 2020.

"Komitmen itu akan dipantau, dilihat, dimonitor, dan dikembangkan terus. Jadi, kami punya komitmen dua hal, pertama tentang memastikan seluruh rumah sakit memiliki displai tempat tidur," katanya.

Menurut dia, hal itu disebabkan masyarakat selalu menanyakan kepastian ketersediaan tempat tidur di rumah sakit.

Sementara komitmen kedua, pihaknya ingin memastikan rujukan atau sistem registrasi rumah sakit yang dilakukan secara daring.

Dengan demikian, masyarakat yang akan datang ke fasilitas kesehatan atau rumah sakit sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan sehingga tidak perlu menunggu terlalu lama.

"Nah, kenapa kita di Purwokerto, karena di sini kita sedang mengembangkan implementasi yang terbatas untuk menyambungkan apakah registrasi online di FKTP dan sekaligus dengan rujukan online di rumah sakit, sekaligus juga peserta BPJS bisa melihat displai tempat tidur rumah sakit dan juga tindakan operasi," jelasnya.

Baca juga: BPJS Kesehatan bantah punya utang Rp1,2 triliun ke Muhammadiyah

Sementara itu, Kepala Klinik Pratama Amanda Purwokerto Yuvana Dewanti mengatakan jumlah peserta BPJS Kesehatan di FKTP yang pernah mendapat penghargaan FKTP terbaik tingkat nasional pada tahun 2017 tersebut mencapai 13.700 orang.

Menurut dia, kunjungan pasien rawat jalan di Klinik Pratama Amanda rata-rata 3.200-3.300 orang per bulan, sedangkan rujukan kurang lebih 900 orang per bulan.

"Untuk kunjungan ke Poli Gigi berkisar 20-24 orang," tambahnya.

Terkait dengan layanan pendaftaran daring melalui aplikasi Mobile JKN, dia mengatakan hal itu mulai diujicobakan pada bulan Desember 2019.

Ia mengharapkan kendala-kendala yang mungkin muncul dalam uji coba tersebut dapat menjadi perbaikan ke depan karena pendaftaran dan antrean secara daring sangat memudahkan masyarakat untuk mendaftar tanpa harus menunggu lama.

Baca juga: Jokowi: Pemerintah sudah temukan jurus atasi defisit BPJS Kesehatan
 
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar