Pejabat: Banyak ASN Kudus jadi relawan Tamzil saat pilkada

id kudus

Pejabat: Banyak ASN Kudus jadi relawan Tamzil saat pilkada

Sejumlah pejabat Pemkab Kudus diambil sumpahnya ketika menjadi saksi dalam sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin. ANTARA/ I.C.Senjaya

Semarang (ANTARA) - Banyak aparat sipil negara (ASN) di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menjadi relawan Bupati M.Tamzil saat maju dalam Pilkada 2018 yang dimenangkan oleh pasangan M.Tamzil-Hartopo tersebut.

"Banyak yang jadi relawan Pak Tamzil," kata Sekretaris Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Kudus Putut Winarno saat diperiksa sebagai saksi dalam sidang kasus dugaan suap terhadap Bupati Kudus berkaitan dengan pengisian jabatan di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin.

Baca juga: Ajudan dan staf khusus Bupati Kudus berbeda keterangan soal suap

Ia menyebut salah satu upaya dari pemberian dukungan itu yakni dengan pengerahan massa untuk mendukung pasangan Tamzil-Hartopo.

Para relawan yang berasal dari unsur ASN itu, kata dia, nantinya akan mendapat mutasi jabatan di sejumlah dinas yang ada di Kabupaten Kudus.

Baca juga: Penyuap Bupati Kudus segera disidang di Pengadilan Tipikor

Ketika Hakim Ketua Antonius Widijantono menanyakan soal netralitas sebagaimana diatur dalam Undang-undang Pemilu, Putut mengakui para ASN tersebut tidak netral.

Dalam kesempatan tersebut, Putut tidak menjelaskan alasan mengapa banyak ASN yang memilih menjadi relawan pasangan Tamzil-Hartopo.

Baca juga: KPK panggil Plt Bupati Kudus terkait pengisian perangkat daerah

Dalam sidang tersebut juga terungkap keterkaitan saksi Putut dengan Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Akhmad Shofian, terdakwa kasus suap terhadap Bupati Kudus tersebut.

Putut mengaku memberi pinjaman uang kepada Akhmad Shofian sebesar Rp275 juta.

Baca juga: KPK periksa 60 saksi terkait kasus Muhammad Tamzil

Uang tersebut merupakan pemberian ketiga yang diserahkan kepada ajudan bupati pada hari KPK melakukan operasi tangkap tangan.

"Alasan meminjam uang katanya untuk usaha. Kemudian saya tanya lagi, ternyata untuk mengatur posisi istrinya agar mendapat jabatan," katanya.

Putut sempat memperingatkan terdakwa karena jabatan di lingkungan Pemkab Kudus sudah penuh.
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar